Sabtu, 26 September 2026

Karhutla Picu 113 Ribu Kasus ISPA, IDAI Ingatkan Bahaya Asap bagi Anak

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Asap putih akibat kebakaran menyelimuti hutan di Kalimantan. Foto: BNPB

Wahyuni Indawati, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, mengatakan paparan asap karhutla dapat memperburuk berbagai gangguan pernapasan pada anak.

Selain ISPA, asap juga dapat memicu eksaserbasi akut pada asma, bronkiektasis, dan penyakit paru kronik lainnya.

“PM2.5 dari asap kebakaran hutan dapat hingga 10 kali lebih berbahaya bagi pernapasan anak dibanding PM2.5 dari sumber lain karena komposisi kimianya memiliki potensi oksidasi dan pro-inflamasi yang lebih tinggi,” jelas Wahyuni.

Ia mengatakan anak di bawah lima tahun menjadi salah satu kelompok yang paling berisiko. Berdasarkan meta-analisis yang dirujuk IDAI, setiap kenaikan 10 µg/m3 PM2.5 akibat kebakaran hutan berkaitan dengan peningkatan sekitar 6 persen rawat inap karena asma dan 7 persen kunjungan IGD terkait asma.

Risiko lebih tinggi juga terdapat pada anak dengan penyakit penyerta. Anak dengan penyakit jantung bawaan atau riwayat displasia bronkopulmonal, misalnya, dapat mengalami perburukan kondisi akibat paparan asap.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 26 September 2026
27o
Kurs