Sabtu, 26 September 2026

Karhutla Picu 113 Ribu Kasus ISPA, IDAI Ingatkan Bahaya Asap bagi Anak

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Asap putih akibat kebakaran menyelimuti hutan di Kalimantan. Foto: BNPB

Mengacu pada rekomendasi IDAI dan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026, keputusan mengenai moda pembelajaran di daerah terdampak karhutla ditentukan pemerintah daerah berdasarkan nilai ISPU harian.

Pada ISPU 1-50 atau kategori baik, pembelajaran tatap muka dapat berlangsung normal. Ketika ISPU berada pada angka 51-100 atau kategori sedang, pembelajaran tatap muka tetap berlangsung, tetapi aktivitas di luar ruangan seperti upacara, olahraga, dan ekstrakurikuler perlu dibatasi atau dipindahkan ke dalam ruangan.

Saat ISPU mencapai 101-200 atau kategori tidak sehat, pembelajaran tatap muka dibatasi secara ketat dan kelompok rentan, termasuk anak-anak, diarahkan untuk belajar dari rumah.

Untuk ISPU 201-300 atau sangat tidak sehat, seluruh peserta didik beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sementara ketika ISPU berada di atas 300 atau kategori berbahaya, seluruh pembelajaran dilakukan secara jarak jauh.

Perubahan moda pembelajaran tersebut berlaku paling lama tiga hari dan harus dievaluasi setiap hari berdasarkan perkembangan kualitas udara. Sekolah dapat kembali menerapkan pembelajaran tatap muka ketika kondisi udara membaik.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 26 September 2026
27o
Kurs