Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada batu yang diganti. Setiap tindakan lanjutan harus melalui pemeriksaan menyeluruh agar tidak mengurangi keaslian material maupun nilai sejarah bangunan.
Selain pemugaran yasti, konservasi Mahastupa juga dilakukan untuk menangani pelapukan batu, rongga, rekahan, dan penggaraman.
Kondisi lingkungan, paparan cuaca dalam jangka panjang, serta perubahan iklim menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam menjaga ketahanan material candi.
Ali Akbar Ketua Tim Penyusun Heritage Impact Assessment (HIA) mengatakan bahwa pemeriksaan teknis dilakukan menggunakan beberapa metode, di antaranya Ground Penetrating Radar (GPR), pemindaian ultrasonik, dan hammer test.
“Pemeriksaan dengan berbagai metode menunjukkan bahwa bagian yasti masih utuh, tetapi kondisinya rapuh dan memiliki sejumlah rongga serta rekahan yang perlu ditangani,” kata Ali.
NOW ON AIR SSFM 100

