Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah pemugaran secara terukur. Proses penanganan juga membuka kesempatan untuk mempelajari kondisi bagian atas Borobudur yang telah lama tidak menjalani pemugaran menyeluruh.
Terkait aspirasi umat Buddha mengenai rencana pemasangan chattra di puncak Mahastupa, Fadli menyampaikan bahwa pembahasannya masih berlangsung.
Kajian HIA telah disampaikan kepada UNESCO dan memerlukan pembahasan lebih lanjut sesuai ketentuan pelestarian Warisan Dunia.
Selama pekerjaan berlangsung, Borobudur tetap dibuka untuk wisatawan dengan penyesuaian akses. Kunjungan reguler dan pilgrim dibatasi hingga lantai 8 atau teras 1, sedangkan kunjungan matahari terbit dan terbenam tetap dapat mencapai lantai 9 atau teras 2. Pelataran utara ditutup sementara sebagai zona kerja.
Pemugaran dilaksanakan oleh tim gabungan yang melibatkan ahli arkeologi, konservasi, teknik sipil dan struktur, serta metalurgi.(faz/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

