Menurut Vitria, kesadaran untuk mempertanyakan perubahan perilaku diri sendiri merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental. Kesadaran serupa juga dapat muncul ketika keluarga, teman, atau orang di lingkungan sekitar melihat perubahan yang tidak biasa.
Vitria menyebut, data pelayanan kesehatan jiwa di RSD Prof. dr. Moeljono pada periode 2022 hingga 2025 menunjukkan peningkatan jumlah pasien, baik rawat jalan maupun rawat inap.
Namun, peningkatan tersebut perlu dilihat dari dua sisi. Selain kemungkinan bertambahnya kasus, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental dan semakin mudahnya akses layanan juga dapat berkontribusi terhadap kenaikan jumlah pasien yang mendapatkan perawatan.
Karena itu, perubahan perilaku perlu disikapi dengan kepedulian, bukan dengan menghakimi atau memberikan diagnosis secara mandiri.
Vitria menjelaskan, masalah kesehatan mental tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Tekanan di tempat kerja, persoalan lingkungan sosial, kesulitan beradaptasi, hingga kemampuan menghadapi tekanan atau resiliensi dapat berperan dalam kondisi seseorang.
NOW ON AIR SSFM 100

