Vitria menyoroti stigma dan perundungan sosial yang dapat membuat seseorang semakin sulit menjalani pemulihan. Pasien yang kembali ke sekolah, misalnya, bisa menghadapi komentar yang merendahkan atau dijauhi teman-temannya karena pernah menjalani perawatan kesehatan jiwa.
Menurutnya, perundungan tidak selalu berbentuk ucapan atau tindakan langsung. Pengucilan dari lingkungan sosial juga dapat menyakitkan bagi seseorang yang sedang berjuang memulihkan kondisi mentalnya.
Karena itu, penanganan kesehatan mental membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga fasilitas pelayanan kesehatan.
“Maka sebenarnya kesehatan mental itu tidak bisa diatasi sendiri. Rumah sakit tidak bisa sendiri,” kata Vitria.
Ia juga menilai masyarakat perlu memberikan ruang bagi orang yang mengalami masalah kesehatan mental untuk menyampaikan pengalaman dan kebutuhan mereka.
NOW ON AIR SSFM 100

