Kathakali menjadi salah satu kesenian tradisional yang berkembang di Kerala, India. Seni pertunjukan ini memadukan tari, ekspresi wajah, gerak tubuh, tata rias, dan cerita dalam satu pertunjukan.
Shashikala Sugumaray Seniman sekaligus Direktur Seni Kochi Folklore Odeum menjelaskan, Kathakali secara harfiah berkaitan dengan pertunjukan cerita. Katha berarti cerita, sedangkan kali berarti pertunjukan.
“Ini sebenarnya tari Kathakali. Ini adalah bentuk seni tradisional dari Kerala. Dan Kathakali secara harfiah berarti pertunjukan cerita,” kata Shashikala.
Cerita dalam Kathakali banyak mengambil kisah dari tradisi Hindu, terutama Ramayana dan Mahabharata. Karakter-karakter dalam cerita ditampilkan melalui riasan wajah, kostum, gerakan tubuh, dan ekspresi yang khas.
“Ekspresi menjadi salah satu bagian penting dalam pertunjukan. Perubahan wajah dan gerakan tubuh digunakan penari untuk menggambarkan karakter sekaligus membantu menyampaikan alur cerita kepada penonton” jelas Shashikala.
Salah satu cerita yang diperkenalkan dalam pertunjukan menggambarkan sosok perempuan cantik yang sebenarnya merupakan iblis. Dengan kekuatan sihir, tokoh tersebut mencoba merayu seorang laki-laki. Setelah ditolak, ia mengubah wujud menjadi iblis perempuan dan berusaha menangkapnya hingga akhirnya terbunuh.
Selain Kathakali, pengunjung Kochi Folklore Odeum juga dapat mengenal Theyyam, kesenian tradisional Kerala yang memiliki karakter berbeda.
Shashikala mengatakan Theyyam memiliki berbagai jenis, termasuk yang menggambarkan sosok dewa dan dewi. Kesenian ini berkaitan erat dengan tradisi ritual dan kuil.
“Jenis Theyyam itu berbeda-beda. Ada Theyyam dewi, Theyyam dewa. Berbagai macam jenis. Ini utamanya berhubungan dengan kuil-kuil. Bentuk tarian ritual,” ujarnya.
Perbedaan tersebut terlihat dari fungsi dan cerita yang dibawa. Kathakali banyak dikenal melalui kisah-kisah yang diperankan oleh karakter tertentu, sementara Theyyam berkembang sebagai bagian dari tradisi ritual masyarakat Kerala.
Di balik pengenalan seni tersebut, Shashikala memiliki pengalaman panjang dalam dunia Kathakali. Ia mengaku telah menekuni seni ini selama sekitar 50 tahun. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari perannya sebagai direktur seni di Kochi Folklore Odeum.
Melalui ruang pertunjukan dan pengenalan budaya seperti Kochi Folklore Odeum, Kathakali dan Theyyam dapat diperkenalkan kepada pengunjung melalui pertunjukan sekaligus penjelasan mengenai latar budaya di baliknya.(aul/kir/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

