Tingginya curah hujan dan banjir rob di wilayah Surabaya sering menimbulkan genangan air tinggi, yang dapat berakhir dengan kemacetan. Situasi serupa, seperti yang terjadi di daerah Tambak Osowilangun, Surabaya, Senin (16/2/20226) hari ini.
Saat motor terkena macet atau tergenang air dalam waktu yang lama, atau si pengendara memaksa menerjang banjir, maka risiko terjadinya mogok pun semakin besar. Kondisi tersebut tak jarang menimbulkan kerusakan pada kendaraan bermotor hingga menjadi masalah krusial yang sering dihadapi pengendara.
Masuknya air ke dalam mesin dan sistem kelistrikan sepeda motor dapat menjadi masalah serius karena dapat merusak komponen motor. Jika air masuk ke dalam mesin, dapat menimbulkan kerusakan pada bagian dalam mesin seperti piston, silinder, dan poros engkol.
Sementara jika air masuk ke dalam sistem kelistrikan, maka kerusakan dapat terjadi pada kabel, saklar, dan komponen elektronik lainnya. Karenanya, pengendara perlu mengetahui langkah tepat yang dapat diambil untuk mengatasi situasi ini.
Melansir Antara, berikut beberapa catatan untuk mengatasi masalah tersebut:
- Tetap Tenang dan Tidak Panik
Dalam situasi ini, tidak perlu panik dan tetap tenang adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Segera pinggirkan sepeda motor jika mogok tiba-tiba terjadi. - Segera Matikan Mesin dan Cabut Kunci Sepeda Motor
Supaya tidak menyebar ke komponen lain, disarankan untuk segera mematikan mesin. Tindakan ini dilakukan guna mencegah kerusakan lebih lanjut akibat kontak langsung air dengan sistem kelistrikan motor. - Periksa dan Keringkan Busi
Motor sulit dinyalakan biasanya karena busi bermasalah. Yang dapat dilakukan adalah dengan melepaskan busi dan keringkan menggunakan lap kering. Jika sudah kering, pasang kembali busi ke tempatnya. - Pastikan Kondisi Filter Udara Bersih dan Kering
Jika filter udara basah, proses pembakaran dapat terganggu karena aliran udara ke mesin terhambat. Periksa kondisi filter udara dan pastikan sudah bersih dan kering. Tetapi jika filter terlalu basah dan kotor, sebaiknya ganti dengan yang baru. - Periksa Knalpot
Pastikan knalpot dalam keadaan bersih tanpa air, karena air yang masuk ke dalamnya dapat menghambat proses pembuangan gas sisa pembakaran. Cara yang dapat dilakukan agar air dapat keluar dari lubang knalpot bisa dengan memiringkan motor dalam keadaan motor dengan standar tengah. - Ganti Oli Mesin
Jika motor terendam melebihi knalpot atau CVT, bisa jadi oli mesin tercampur dengan air. Untuk menghindari kerusakan pada komponen internal mesin, ganti oli sesegera mungkin. Oli mesin dianjurkan diganti minimal tiga kali agar tidak ada sisa air yang tertinggal di dalam mesin. - Nyalakan Mesin saat Kondisi Mesin Sudah Kering
Setelah semua diperiksa, pastikan juga semua sudah kering. Setelah kering, coba nayalakan mesin. Disarankan untuk memakai kick starter dibandingkan dengan electric starter. Ketika menyala, biarkan sejenak untuk memastikan semuanya berfungsi normal. - Bawa ke bengkel Resmi
Jika motor masih belum bisa menyala ataupun terdapat gejala yang mencurigakan, sebaiknya bawa motor ke bengkel resmi.
Selain itu, untuk Penceggahan Motor Mogok, Perhatikan Hal-hal Berikut:
- Pastikan Ketinggian Air Tidak Melebihi Setengah Roda
Risiko air masuk ke dalam mesin melalui filter udara atau knalpot ketika air melebihi setengah roda motor semakin besar. - Pertahankan kestabilan Rolutions Per Minute (RPM)
Jaga stabilitas putaran mesin pada RPM untuk mencegah air masuk ke dalam knalpot dan jangan menurunkan gas dengan tiba-tiba, karena air bisa masuk ke mesin. - Gunakan Gigi Rendah
Jika anda pengguna motor non-matic, gunakan gigi rendah saat melewati genangan air. Hal ini dapat mencegah mesin mati mendadak.
Hal-hal di atas diharap dapat membantu meminimalisir kendaraan bermotor. Sebelum itu, cek kondisi jalan dengan cermat untuk menghindari risiko yang lebih besar.(ant/mun/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
