Menurutnya, kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu faktor penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.
Karena itu, siswa perlu memahami alasan di balik jawaban yang dihasilkan AI dan memeriksa kebenarannya sebelum menggunakan informasi tersebut.
“Memang mudah menggunakan jawaban dari AI, tapi jangan semata-mata AI yang menjadi rujukan satu-satunya,” tegasnya dilansir dari Antara.
Selain membahas penggunaan AI, Fifi menyampaikan upaya pemerintah melindungi anak-anak di ruang digital melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).
Ia mengatakan, kebijakan tersebut bertujuan membantu anak lebih fokus menjalankan aktivitas belajar sekaligus membangun interaksi sosial yang sehat dengan orang-orang di sekitarnya.
NOW ON AIR SSFM 100

