Sebaliknya, telur setengah matang yang cangkangnya retak memiliki risiko lebih tinggi. Pasalnya, bagian kuning telur kemungkinan belum mencapai suhu yang cukup untuk membunuh bakteri secara optimal.
Selain kondisi cangkang, aroma dan tampilan telur juga dapat menjadi petunjuk tambahan untuk menilai kualitasnya.
Amy Woodman ahli gizi dari Farmington Valley Nutrition and Wellness mengatakan, telur yang masih baik umumnya memiliki putih telur yang jernih dan kuning telur berwarna kuning.
Perubahan tekstur, seperti putih telur yang menjadi lebih encer atau kuning telur yang semakin pipih, tidak selalu berarti telur telah rusak. Kondisi tersebut dapat terjadi secara alami seiring bertambahnya usia telur.
Sementara itu, metode uji apung yang kerap digunakan untuk memeriksa telur tidak dapat dijadikan patokan tunggal untuk menentukan telur masih layak dikonsumsi atau tidak. Telur yang mengapung tidak selalu berarti sudah rusak. (ant/saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

