Film “The Odyssey” karya Christopher Nolan masih kokoh puncaki box office Amerika Utara pada akhir pekan kedua penayangannya, tanpa persaingan dari film-film baru.
Dilansir Variety, Minggu (26/7/2026), film yang dibintangi Matt Damon itu meraup 25,9 juta dolar AS atau sekitar Rp465,5 miliar pada, Jumat (24/7/2026). Pendapatannya sepanjang akhir pekan diproyeksikan mencapai 84,5 juta dolar AS atau sekitar Rp1,52 triliun.
Angka tersebut hanya turun 32 persen dibandingkan pendapatan debutnya yang mencapai 124 juta dolar AS atau sekitar Rp2,23 triliun. Setelah dua akhir pekan, total pendapatan “The Odyssey” di Amerika Utara diperkirakan mencapai 283 juta dolar AS atau sekitar Rp5,09 triliun.
Pada akhir pekan pembukaannya, film berdurasi hampir tiga jam tersebut membukukan pendapatan global sebesar 264,1 juta dolar AS atau sekitar Rp4,75 triliun. Capaian itu terbilang luar biasa untuk film drama yang menyasar penonton dewasa.
Pendapatan tersebut sekaligus menjadi pembukaan global terbesar sepanjang karier Nolan, melampaui “The Dark Knight Rises” yang meraup 249 juta dolar AS atau sekitar Rp4,48 triliun pada 2012.
“The Dark Knight Rises” masih menjadi film terlaris Nolan dengan pendapatan global sedikit di atas satu miliar dolar AS atau sekitar Rp17,97 triliun. Melihat kecepatannya mengumpulkan pendapatan, “The Odyssey” berpeluang memecahkan rekor tersebut.
Posisi kedua ditempati “Hadestown: The Musical”. Film pertunjukan musikal pemenang delapan Tony Awards itu diperkirakan meraih empat juta dolar AS atau sekitar Rp71,9 miliar pada Jumat.
Pendapatan “Hadestown” sepanjang akhir pekan diproyeksikan mencapai sembilan juta dolar AS atau sekitar Rp161,8 miliar. Film yang dibintangi Reeve Carney, Eva Noblezada, Patrick Page, André De Shields, dan Amber Gray itu mengangkat kembali kisah mitologi Orpheus–Eurydice serta Hades–Persephone.
Film live action Disney “Moana” berada di peringkat ketiga setelah meraup 3,1 juta dolar AS atau sekitar Rp55,7 miliar pada Jumat.
Memasuki akhir pekan ketiga, “Moana” diperkirakan mengantongi 10,8 juta dolar AS atau sekitar Rp194,1 miliar. Total pendapatannya di Amerika Utara pun diproyeksikan mencapai 102 juta dolar AS atau sekitar Rp1,83 triliun.
Capaian itu dinilai mengecewakan karena “Moana” dibuat dengan biaya 250 juta dolar AS atau sekitar Rp4,49 triliun. Film tersebut diperkirakan berpotensi membuat Disney merugi hingga 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,8 triliun.
Perjalanan Disney pada musim panas 2026 memang belum stabil. “The Devil Wears Prada 2” berhasil meraup 688 juta dolar AS atau sekitar Rp12,37 triliun dan “Toy Story 5” juga tampil kuat. Namun, “Moana” serta “The Mandalorian and Grogu” masih berada di bawah ekspektasi.
“The Mandalorian and Grogu” mencatat pendapatan 340 juta dolar AS atau sekitar Rp6,11 triliun dengan biaya produksi 165 juta dolar AS atau sekitar Rp2,97 triliun.
Sementara itu, “Toy Story 5” menempati posisi keempat dengan pendapatan Jumat sebesar 2,9 juta dolar AS atau sekitar Rp52,1 miliar. Hingga Minggu, film tersebut diperkirakan menambah 10,1 juta dolar AS atau sekitar Rp181,5 miliar.
Total pendapatan domestiknya setelah enam akhir pekan diproyeksikan mencapai 448,6 juta dolar AS atau sekitar Rp8,06 triliun.
“Toy Story 5” juga diperkirakan segera menembus pendapatan global satu miliar dolar AS atau sekitar Rp17,97 triliun. Film itu berpeluang melewati “Toy Story 4” yang menghasilkan 1,07 miliar dolar AS atau sekitar Rp19,23 triliun sebagai film terlaris dalam waralaba tersebut.
Peringkat kelima ditempati “Minions & Monsters” yang meraup 2,8 juta dolar AS atau sekitar Rp50,3 miliar pada Jumat. Film animasi itu diperkirakan menghasilkan 9,5 juta dolar AS atau sekitar Rp170,7 miliar pada akhir pekan keempat.
Total pendapatannya di Amerika Utara diproyeksikan mencapai 155 juta dolar AS atau sekitar Rp2,79 triliun.
Meski belum mampu menyamai “Minions” pada 2015 yang meraup 1,15 miliar dolar AS atau sekitar Rp20,67 triliun maupun “Minions: The Rise of Gru” dengan 940 juta dolar AS atau sekitar Rp16,89 triliun, “Minions & Monsters” masih menunjukkan performa stabil.
Pendapatannya hanya turun 30 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Dengan biaya produksi 85 juta dolar AS atau sekitar Rp1,53 triliun, film tersebut telah menjadi kesuksesan moderat bagi Universal. (bil/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

