Senin, 13 Juli 2026

Tren Wedding Bergeser ke Intimate, Pameran Pernikahan di Surabaya Usung Pendekatan Baru

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Ilustrasi pernikahan. Foto: Getty Images

Tren pernikahan intimate mulai menjadi pilihan calon pengantin, menandai pergeseran dari pesta berskala besar menuju konsep wedding yang lebih personal.

Perubahan tren tersebut menjadi salah satu konsep yang disiapkan pameran pernikahan dalam Surabaya Wedding Festival (SWF) 2026 yang akan digelar pada 19-21 Juni 2026 di Dyandra Convention Center Surabaya.

Berbeda dengan pameran wedding pada umumnya, SWF 2026 mengusung tema “A Curated Journey to Your Ever After” dengan pendekatan kurasi yang dirancang untuk membantu calon pengantin menyusun kebutuhan pernikahan secara lebih terarah.

“Konsep tersebut menyesuaikan perubahan preferensi pasangan yang kini tidak hanya mengejar kemeriahan acara, tetapi juga pengalaman pernikahan yang lebih sesuai karakter dan kebutuhan mereka. Pengunjung diarahkan melalui alur eksplorasi tematik mulai dari pencarian inspirasi, pemilihan vendor, hingga finalisasi kebutuhan pernikahan,” kata Yasinta Hartawan perwakilan Dyandra Convention Center Surabaya yang juga Vice President PT Nusa Dua Indonesia di Surabaya, pada Selasa (26/5/2026).

Pameran pernikahan itu, kata dia, nantinya akan menghadirkan lebih dari 100 vendor dari berbagai kategori, mulai bridal, makeup artist, dekorasi, dokumentasi, hingga venue dan hospitality.

“Selain itu, juga dilengkapi talkshow, tren showcase, serta interactive activation yang membahas perkembangan tren dan perencanaan pernikahan,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa pameran pernikahan tahun ini sekaligus mencerminkan dinamika industri wedding di Surabaya yang terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar, sehingga perlu pembaharuan ballroom, hall, dan area pre-function dengan konsep modern minimalis yang lebih fleksibel untuk berbagai jenis acara.

“Ini juga menggambarkan perubahan tren wedding yang kini bergerak menuju konsep lebih personal,”ucapnya.

Pelaku industri wedding hingga Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya dalam konferensi pers Surabaya Wedding Festival (SWF) 2026 di Surabaya, pada Selasa (26/5/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Veny Laksono dari Celtic Indonesia Wedding menyatakan bahwa pernikahan dengan konsep intimate cenderung diminati oleh Generasi Z.

“Gen Z sudah masuk ke pernikahan yang intimate ya. Bahkan ini ada yang kakaknya dulu itu total tamunya 2.000 orang, terus sekarang adiknya sangat simpel, hanya 200 orang. Kakaknya dulu acaranya lengkap, kalau yang adiknya tidak mau ada siraman dan acara tradisional lainnya, hanya akad nikah, lalu makan-makan,” ucapnya.

Sementara itu, Herry Purwadi, Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya mengatakan, tren menikah di Surabaya tahun 2026 tidak seramai tahun 2025. Namun, ia enggan menyimpulkan kondisi tersebut sebagai penurunan minat menikah, karena masih perlu dikaji lebih mendalam, termasuk melihat faktor usia pernikahan hingga perubahan prioritas generasi muda.

“Lebih ramai tahun lalu. Tahun ini kita juga tidak mengadakan nikah massal supaya mereka tidak mengandalkan itu dan sewaktu-waktu bisa mengadakan pernikahan sendiri. Tapi sebagian generasi muda juga memilih melanjutkan pendidikan sebelum membangun rumah tangga,” jelasnya.

Selain faktor pendidikan, perubahan budaya pernikahan menurutnya juga bisa menjadi bahan kajian, termasuk kecenderungan sebagian pasangan mengadopsi konsep wedding modern dan simpel yang berbeda dengan tradisi sebelumnya. (ris/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 13 Juli 2026
24o
Kurs