Pemerintah Republik Indonesia (RI) belum mau berkomentar, soal rencana Israel berinvestasi di Indonesia. Rencana investasi itu, berupa kilang minyak nabati dan biofuel senilai Rp 6 trilyun.
Dilaporkan FAIZ FAJARUDIN reporter Suara Surabaya di Jakarta, Rabu (05/09), Ir. HATTA RAJASA Menteri Sekretaris Negara sesudah rapat di DPR, mengaku belum mengetahui rencana Israel, yang akan berinvestasi di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
HATTA menolak berkomentar, karena belum mendapat laporan. Untuk memastikan rencana ini, HATTA akan melakukan konfirmasi.
Utusan Israel sudah menyampaikan ketertarikannya, memasuki bisnis kilang minyak dan biofuel nabati di Indonesia pada Dr. Ir. PURNOMO YUSGIANTORO Menteri ESDM, akhir Agustus lalu. {clip*1}
Sementara HIDAYAT NUR WAHID Ketua MPR RI mengecam rencana Israel untuk berinvestasi di NTT. HIDAYAT meminta DPR segera memanggil Menteri ESDM, untuk menjelaskan masalah itu.
Jika Indonesia ingin mengembangkan bisnis kilang minyak dan biofuel, tidak perlu kerjasama dengan Israel. Menurut HIDAYAT negara-negara di Timur Tengah, justru lebih siap membantu Indonesia mengembangkan bisnis kilang minyak nabati dan biofuel.(tys/ipg)
Teks Foto :
– HATTA RAJASA Mensesneg
Foto: FAIZ Suara Surabaya
NOW ON AIR SSFM 100

