Kontribusi pendapatan musik digital terhadap total industri musik Indonesia cukup signifikan. Ini terjadi sejak 2 tahun lalu ketika teknologi digital mulai dikenalkan pada seniman musik.
ANANG HERMANSYAH musisi sekaligus Direktur Import (Independent Music Portal) Digital Distribution, pada suarasurabaya.net, Minggu (26/08), mengatakan, kontribusi pendapatan musik digital per bulan bisa mencapai Rp 45 milyar. Ini berdasarkan jumlah pengguna handphone (HP) di Indonesia sebesar 60 juta orang.
Dari 60 juta pengguna HP tersebut, yang memakai ring back tone 9% atau sekitar 5 juta. “Kalau satu ring back tone nilainya Rp 9000, berarti pendapatan yang dihasilkan musik digital sebesar Rp 45 milyar,”ujar ANANG di sela workshop Intel “Multiply Your Music” di Van Java Pub & Resto.
Kontribusi pendapatan tersebut, kata ANANG, akan terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan musik digital yang luar biasa dan 50 juta pengguna HP yang belum memanfaatkan ring back tone. Didukung kecanggihan teknologi, seseorang yang ingin jadi musisi profesional bisa dicapai dengan cara yang sederhana. Tidak perlu ke studio rekaman untuk proses recording maupun saat membuat lagu.
Seorang musisi cukup menggunakan satu komputer yang memiliki aplikasi powerfull seperti prosesor Core 2 Duo dan software Sequel. “Dari software tersebut, musisi bisa belajar bagaimana soul dentuman drum dimainkan, keyboard dan lainnya. Kecanggihan teknologi akan menghapus perusahaan rekaman yang dulu mengawali hadirnya industri musik Indonesia,”tukasnya.
Digitalisasi di industri musik Indonesia, menurut ANANG, harus segera dibangun. Jika tidak, industri musik barat siap mengancam industri musik Indonesia. Indikator ini sudah terlihat dengan penurunan penjualan lagu dalam bentuk kaset maupun compact disk (CD).
Tahun lalu, penjualan lagu dalam bentuk kaset maupun CD masih sebesar 15 juta unit, tahun ini tinggal 1 juta unit. Sekitar 80% penikmat musik mendengarkan lagu lewat komputer. Industri musik barat seluruhnya sudah digilitalized termasuk distribusinya.
“Musisi Indonesia sebagian besar adalah musisi independen dan kurang 1% yang memasuki musik digital. Untuk itu, Import akan mengembangkan musik-musik daerah termasuk kerjasama dengan RRI untuk mengangkat musik tradisional. Sekaligus ini mengangkat potensi musisi daerah yang cukup besar,”pungkasnya. (tin)
Teks foto :
– ANANG (kiri) menjelaskan bagaimana proses kerja software Sequel untuk menghasilkan lagu sesuai standar musisi profesional bersama BONGKY ISMAIL (kiri)
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

