Sabtu, 17 Oktober 2026
Banyak Operator Telekomunikasi

Kompetisi Makin Sengit, Bersainglah Secara Etis

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan

Semakin banyak operator telekomunikasi yang melakukan penetrasi di kota-kota besar di Indonesia termasuk Surabaya, membuat persaingan makin sengit.

Ini juga dirasakan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk. Selang sehari Esia produk PT Bakrie Telecom masuk Surabaya, Telkom merespon positif meski tampak sedikit ‘panik’.

Telkom langsung menyiapkan berbagai strategi untuk memenangkan persaingan. Ini seperti diungkapkan ERMADY DAHLAN Director of Consumer PT Telekomunikasi Indonesia Tbk ketika bertemu wartawan di Surabaya, Kamis (23/08).

“Strategi Telkom memenangkan persaingan yakni, kita bersaing secara etis. Iklan kita tidak pernah mengecilkan kompetitor. Kita tidak pernah iklan secara menjebak. Kalau murah ya memang murah, kalau hemat ya memang hemat. Jangan sampailah iklan itu menjebak pelanggan,” ujarnya.

Kata ERMADY, strategi lain yang akan dilakukan dengan meluncurkan bundling Flexi dengan telepon rumah (PSTN), juga speedy dengan multicannel TV.

“Ini memang belum kita lakukan. Dulu sebenarnya akan kami lakukan tapi nanti dianggap monopoli lagi. Tapi sekarang kan harus kreatif untuk menghadapi persaingan sengit ini,” tegasnya.

Saat ini telah terjadi perang tarif antar operator telekomunikasi ini, seperti Flexi dengan “All About 49” dimana telepon lokal, SMS, dan interokal sesama Flexi per menit hanya Rp49,-. Sementara Indosat dengan StarOne-nya juga meluncurkan program tarif telepon Rp 999 per jam antar sesama pengguna StarOne dalam satu pulau. Juga PT Bakrie Telecom Tbk, dengan talk time Esia Rp1.000 per jam dan Rp50 per menit.

Menanggapi hal ini ERMADY DAHLAN mengatakan, ini hanya salah satu cara menghadapi kompetisi. “Tidak selamanya Telkom akan mengandalkan perang tarif, sekali-kali boleh. Tapi peningkatan pelayanan itu lebih penting. Ini yang dinamakan Service Base Competition. Dengan model kompetisi ini lagi-lagi yang diuntungkan juga masyarakat,” paparnya.(ipg)

Teks Foto:
– ERMADY DAHLAN (kanan), didampingi MASUD EGM Telkom Jatim (Tengah) saat mencoba interokal ke Madiun dari Surabaya menggunakan Flexi dengan tarif Rp49 per menit dengan terlebih dulu menekan kode 01017+kode area+nomor flexi tujuan.
Foto: IPING suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
35o
Kurs