Selasa, 5 Mei 2026

Gunung Semeru Rawan Lontarkan Bongkahan Batu

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan
Ilustrasi. anekatempatwisata.com

Saat ini, karakter Gunung Semeru mengalami perubahan. Hal itu yang disampaikan pihak vulkanologi dalam koordinasi yang dilakukan bersama BPBD Kabupaten Lumajang. Gunung dengan ketinggian 3,676 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang semula memiliki tipe volcano lemah, kini menjadi tipe volcano kuat.

Hal ini disampaikan Hendro Wahyono Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang kepada Sentral FM, Sabtu (18/4/2015). Menurut dia, tipe volcano kuat artinya setiap letusan lebih dominan menyemburkan material seperti abu, pasir dan besar kemungkinan berupa bongkahan batu.

“Dan ini sangat rawan sekali bagi siapapun yang beraktivitas di puncak Gunung Semeru. Contohnya bagi aktivitas pendakian. Untuk itu, ketika dilakukan rapat koordinasi menjelang pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru dengan pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mendatang, hal ini tentu akan disampaikan pihak vulkanologi dan juga menjadi rekomendasi kami,” katanya.

Menurut Hendro Wahyono, sesuai laporan dari petugas vulkanologi di Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur, Desa Sumb Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, status gunung tertinggi di Pulau Jawa ini masih tetap waspada pada level II.

“Hingga saat ini belum ada peningkatan status, tetap waspada pada level II. Disarankan bagi penduduk yang bermukim di sekitar DAS aliran sungai Besuk Sat, Besuk Kembar, Besuk Bang dan Besuk Kobokan untuk waspada terhadap bahaya awan panas yang sewaktu-waktu terjadi,” kata dia.

Apalagi, secara visual kubah lava di kawah tenggara juga terpantau penuh. Kondisi ini bisa memicu longsor yang mengakibatkan terjangan guguran awan panas.

“Ini sangat berbahaya, terutama bagi jiwa manusia yang beraktivitas di jarak jangkauan luncuran. Apabila ada tekanan dari dalam yang sangat kuat, juga akan memicu terjadinya semburan material pijar yang membahayakan bagi pendaki,” kata dia.

Sementara itu, hujan di kawasan puncak Gunung Semeru sejauh ini juga masih terjadi. Termasuk juga, potensi hujan juga merata di lereng Gunung yang berjuluk Mahameru tersebut.

“Sehingga potensi bencananya sebenarnya tidak hanya dari sekunder Semeru saja. juga longsor di sepanjang lereng Semeru. Untuk kepentingan ini, kami terus melakukan pemantauan melalui relawan. Bahkan, TRC (Tim Reaksi Cepat) kami siagakan, dan siap dimobilisasi kapan saja setiap saat,” kata dia. (her/fik)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Selasa, 5 Mei 2026
29o
Kurs