Kamis, 6 Agustus 2026

Bukan Rekomendasi KUII, Parade Tauhid Harus Usung Semangat NKRI

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan

Bukan rekomendasi KUII, parade Tauhid harus usung semangat NKRI

Slamet Effendi Yusuf Ketua Steering Committee (SC) atau Panitia Pengarah Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) 2015 menilai kegiatan Parade Tauhid yang akan digelar di Jakarta, Minggu
(16/8/2015) bukan amanah atau rekomandasi dari KUII 2015. Artinya Parade Tauhid itu tidak ada hubungannya dengan KUII 2015.

“Tidak ada kaitannya antara KUII dengan Parade Tauhid dan setiap kegiatan seperti ini jangan langsung ditafsirkan sebagai pelaksanaan dari rekomendasi KUII 2015. Memang kegiatan itu tidak buruk, asal niatnya untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Republik Indonesia (RI).

Bila demikian, acaranya harus berisikan semangat cinta tanah
air, semangat mencintai, dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal
positif,” jelas Slamef Effendi di Jakarta, Rabu (12/8/2015).

Untuk itu, Slamet mengimbau agar kegiatan-kegiatan seperti
itu, baik itu tindakan atau omongan tidak sampai bertentangan dengan eksistensi NKRI. Dengan demikian, Parade Tauhid itu harus menonjolkan Merah Putih. 

“Jangan sampai acara yang tujuannya untuk peringatan HUT ke-70 RI, tapi bendera-bendera yang mereka usung bukan Merah Putih,”
ujarnya.

Selain itu, Slamet juga meminta agar kegiatan Parade Tauhid itu
tidak mempertentangkan dengan acara ceramah umat Islam di Masjid Istiqlal yang digelar bersamaan dengan kegiatan tersebut. Artinya semua harus saling mendukung dan tidak saling mendiskreditkan.

Menurutnya, proklamasi adalah hasil puncak dari upaya umat Islam dalam mendirikan negara di kawasan Nusantara ini. Dengan demikian, umat Islam wajib merawat, menjaga, melindungi, dan memajukan NKRI.

Sehingga rakyat Indonesia yang ada didalamnya sebagian besar umat Islam bisa hidup makmur dan sejahtera.

“NKRI itu mutlak.  Jadi jangan berpikir untuk membuat konsep negara lain,  katakanlah negara agama, negara komunis, atau negara sosialias. Negara kita ini adalah negara Pancasila,” tandas Slamet Effendi Yusuf.

Dihubungi terpisah, Adnan Anwar Wakil Sekjen PB Nahdatul Ulama (NU) demisioner mengatakan bahwa sejatinya kegiatan apa saja yang membawa nama islam, jika hal itu memang bertujuan baik dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama dan negara tidak perlu dimasalahkan.

“Kita ingin tahu kegiatan itu tujuan sesungguhnya mau apa dulu. Kalau pada akhirnya mau mengganti ideologi negara tentu sangat tidak boleh. Kalau masalah ideologi negara saya rasa sudah final dan tidak perlu diperdebatkan lagi  yaitu Pancasila. Yang penting kegiatan tersebut tidak mengganggu ideologi negara kita,” ujar Adnan.

Pria yang digadang-gadang bakal menjabat sebagai Sekjen PB NU ini juga mengingatkan kepada umat islam di Tanah Air untuk tidak mudah terpancing dan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang selalu mengatasnamakan islam. Apalagi kegiatan yang bertujuan menggunakan kekerasan atau pun meneror kelompok-kelompok yang tidak sepaham atau berbeda pandangan.

Apalagi, lanjut, acara Parade Tauhid yang akan digelar menjelang
perayaan HUT ke-70 RI sangat tidak tepat kalau memang tujuannya
melenceng. “Jangan sampai mengajak umat Islam untuk ikut kegiatan itu yang nantinya justru melanggar koridor hukum atau memperkeruh suasana,” pungkasnya.(faz/tok)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Kamis, 6 Agustus 2026
28o
Kurs