Kamis, 20 Agustus 2026

Pekan Depan, Produk Segar Petani dan Nelayan Dipamerkan di Taman Surya

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya saat meninjau Gelar Produk Pertanian di Balai Kota Juli lalu. Foto: Humas Pemkot.

Bagi Warga Kota Surabaya yang tertarik dengan produk-produk pertanian, perikanan, dan peternakan dengan harga terjangkau, bisa langsung datang ke Taman Surya (Balai Kota Surabaya), Minggu (6/9/2015) pagi.

Dalam pameran bertajuk Gelar Produk Pertanian itu, sebanyak 48 kelompok tani, perikanan dan peternakan dari berbagai Kecamatan di Surabaya, akan memamerkan produk-produk unggulannya.

Satrio Eko Wibowo Kepala Bidang Pertanian dan Kehutanan Distan Kota Surabaya mengatakan, melalui acara ini, pihaknya ingin memperkenalkan produk-produk segar dari kelompok tani dan nelayan serta komunitas pecinta tanaman. Diantaranya tomat, timun mas, terong dan aneka produk olahan pertanian.

“Intinya kami mempertemukan langsung konsumen dengan petani di Surabaya. Tentunya produk yang dijual masih segar dan harganya tejangkau karena belum masuk ke tengkulak,” ujar Satrio di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (2/9/2015).

Acara yang digagas Distan Kota Surabaya ini rutin digelar sebulan sekali pada hari Minggu pekan pertama. Acara Minggu (6/9) nanti, merupakan gelaran ketiga setelah acara pertama yang dibuka Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya pada 12 Juli 2015 dan berlanjut pada 9 Agustus lalu.

Bagas Swadaya Aji Kasie Tanaman Pangan dan Holtikultura Distan Surabaya menambahkan, Distan selalu melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan even ini. Semisal bila ada kelompok tani yang masih memerlukan pelatihan dalam hal pengemasan produk agar lebih memenuhi selera pasar.

“Kami punya harapan besar agar mereka (petani) bisa bersaing di ekonomi global,” ujarnya.

Bagas menyebut, Distan juga berharap agar peserta Gelar Produk Pertanian tersebut, jumlahnya akan semakin bertambah dan merata di setiap kecamatan. Untuk kali ini, kelompok tani dan nelayan baru berasal dari 23 kecamatan di Surabaya, termasuk wilayah terdampak penutupan lokalisasi yang telah dibina Distan Kota Surabaya.

“Saya pikir ini hanya masalah waktu saja. Kami yakin, ke depannya, jumlah pesertanya akan merata dari 31 kecamatan di Surabaya. Karena memang ada banyak kelompok tani di Surabaya,s ekitar 300-an,” katanya. (din/rst)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Kamis, 20 Agustus 2026
29o
Kurs