Bank Indonesia (BI) sedang menyiapkan sejumlah strategi pengendalian inflasi untuk mitigasi dampak El Nino terhadap lonjakan harga pangan hingga akhir 2026.
Untuk diktehaui, El Nino diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026, terutama di kawasan Indonesia bagian timur. Kondisi ini berpotensi mengganggu produksi pangan sekaligus meningkatkan biaya produksi.
“Tentunya kita harus waspadai ke depan ini, terutama perlu mewaspadai risiko dari El Nino ini. El Nino diperkirakan akan lebih kuat hingga bulan Oktober 2026 di kawasan timur Indonesia, serta (berdampak) tekanan biaya produksi. Oleh sebab itu, strategi nanti pengendalian inflasi akan tetap fokus pada ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi,” ujar Rizky Perdana Gozali Deputi Gubernur BI, melansir Antara, Kamis (20/8/2026).
Beberapa komoditas yang akan menjadi perhatian BI di antaranya, beras, cabai, dan bawang merah, karena rentan mengalami tekanan harga imbas gangguan produksi.
Sejumlah strategi yang disiapkan seperti, penerapan digital farming dan pertanian presisi, penguatan pascapanen dan hilirisasi pangan, serta penguatan kerja sama antardaerah (KAD) berbasis surplus dan defisit pangan.

NOW ON AIR SSFM 100

