Rabu, 25 Maret 2026

Bule Inggris Ketahuan Sekamar dengan Gadis Batu di Rumah Kos Ketua RT

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
David Searle Robin (kanan) bule asal Inggris yang ketahuan tinggal sekamar dengan gadis bukan istrinya di rumah kos Ketua RT Jalan Pacar Kembang II Nomor 68, Kecamatan Tambaksari, Rabu (8/2/2017). Foto: Denza Perdana suarasurabaya.net

Petugas Gabungan Pemkot Surabaya yang melakukan pendataan penduduk terkejut saat mendapati tiga pasangan di luar nikah di rumah kos Jalan Pacar Kembang II Nomor 68, Kecamatan Tambaksari, Rabu (8/2/2017).

Padahal, rumah kos itu, menurut informasi yang didapat petugas adalah milik Ketua RT di lingkungan itu. “Laporan Ketua RW VI, pemiliknya adalah Ketua RT,” ujar Ridwan Mubarun Camat Tambaksari.

Ridwan mengaku kaget, meski pemiliknya Ketua RT, tapi rumah kos itu tergolong bebas. Pasangan di luar nikah dibiarkan tidur sekamar. Apalagi, harga kosnya pun tergolong murah. Yakni Rp500 ribu per bulan.

Namun, petugas gabungan itu tidak terkejut ketika mendapati satu dari tiga pasangan itu adalah David Searle Robin seorang bule asal Inggris yang kedapatan sedang bersama Dian Nita, seorang gadis asal Kota Batu, Malang yang kos di rumah kos itu.

“Memang sudah ada laporan dari warga setempat ke kecamatan, kalau ada bule yang sering ke rumah kos ini dan menginap di sini,” kata Ridwan.

Ridwan mengatakan, kelengkapan dokumen keimigrasian David memang tidak bermasalah. Menurutnya, David telah mengantongi visa wisata dari Malaysia yang berlaku sampai 2017.

“Yang jadi masalah, ya, tidak adanya ikatan nikah dengan gadis dari Batu itu, tapi sering menginap dan tinggal sekamar di rumah kos ini,” ujarnya.

Bule itu, kepada petugas, mengaku tinggal di Surabaya sejak Desember 2016 lalu, saat perayaan Natal. Ridwan mengatakan, pihaknya menyerahkan penanganan bule itu kepada Satpol PP Kota Surabaya.

Tidak hanya itu, Ridwan mengaku miris, sebab dari tiga pasangan di luar nikah itu, tiga orang di antarnya diduga di bawah umur. Masih bersekolah. Mereka berasal dari Madura, Madiun, dan Surabaya.

Mereka yang di bawah umur itu, kata Ridwan, langsung diserahkan ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Surabaya.

“Kami akan rutin melakukan pendataan setiap minggu. Khususnya di rumah kos seperti ini, yang tergolong murah dan bebas,” katanya.(den/dwi)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Rabu, 25 Maret 2026
26o
Kurs