Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut, masuknya Festival Rujak Uleg 2026 dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) menjadi simbol keguyuban warga Kota Surabaya.
Hal itu disampaikan Eri saat membuka gelaran Festival Rujak Uleg, di Surabaya Expo Center, Sabtu (9/5/2026) malam.
“Selain Festival Rujak Uleg, Surabaya Vaganza juga masuk dalam KEN. Ini jadi simbol kuatnya persatuan warga,” kata Eri.
Pantauan suarasurabaya.net, Festival Rujak Uleg 2026 dibuka dengan atraksi yang menampilkan puluhan penari dengan kostum bola, sesuai tema acara.
Acara juga dilanjut dengan “Ngubar” atau nguleg rujak bareng yang dipimpin Eri Cahyadi, Armuji Wakil Wali Kota Surabaya, serta kepala OPD lainnya.
Masuknya dua event ikonik Kota Surabaya ini dinilai sangat pantas. Karena ini menjadi representasi jati diri kota yakni, kuliner khas yang dibalut dengan semangat gotong royong.

Menurut Eri, keunikan festival ini terletak pada pesertanya yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat.
“Tahun ini, Festival Rujak Uleg nggak hanya diikuti oleh jajaran OPD, tapi juga melibatkan warga masyarakat dari tingkat RW, sejumlah hotel, hingga perwakilan dari 36 Sentra Wisata Kuliner (SWK) Surabaya,” ungkapnya.
Dia menambahkan, kebersamaan ini menunjukkan bahwa Surabaya dibangun di atas pondasi kekeluargaan yang sangat luar biasa.
Festival Rujak Uleg sekaligus menjadi rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Eri memgharapkan, semangat kebersamaan ini terus dijaga dan menjadi pengingat bahwa kekuatan Surabaya terletak pada hati warganya.
“Semoga malam ini jadi pengingat kita bahwa Surabaya punya semangat hati. Kita tunjukkan bahwa Surabaya dibangun dari kekuatan kekeluargaan yang luar biasa sampai yaumil qiyamah (hari kiamat),” tegasnya.
Di akhir sambutan, Eri kembali mengingatkan dan mengajak seluruh warga Surabaya untuk menghadiri agenda Surabaya Vaganza yang akan digelar pada Sabtu (16/5/2026) pekan depan.
“Jangan lupa, pekan depan ada Surabaya Vaganza, yang menampilkan keindahan bunga dan parade budaya. Ini sekaligus membuktikan kalau Surabaya adalah kota yang tidak hanya modern, tetapi juga tetap memegang teguh nilai kearifan lokal dan persaudaraan,” tutupnya. (kir/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

