Sabtu, 9 Mei 2026

Meriah! Festival Rujak Uleg 2026 Surabaya Hadirkan Nuansa Sepak Bola Dunia

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya saat mengunjungi booth Suara Surabaya Media dalam Festival Rujak Uleg 2026, Sabtu (9/5/2026). Foto: Fauzan Mg suarasurabaya.net

Sebanyak 136 peserta ambil bagian dalam Festival Rujak Uleg 2026 yang digelar Pemerintah Kota Surabaya di Surabaya Expo Center, Sabtu (9/5/2026). Ajang tahunan yang menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 itu berlangsung meriah dengan balutan tema sepak bola dunia.

Tahun ini, festival mengusung tema “Rujak Phoria: Festival Rujak Menyambut Pesta Sepak Bola Dunia”. Berbagai peserta tampil kreatif dengan memadukan unsur olahraga sepak bola internasional bersama kekayaan kuliner khas Surabaya.

Salah satu peserta, tim Libby Bakery, tampil mencuri perhatian dengan konsep tim nasional Jepang. Nuansa Negeri Sakura terlihat dari kostum hingga dekorasi yang digunakan selama perlombaan.

“Suka aja sama budaya-budaya sana, menarik gitu. Jadi pilih konsep Jepang,” ujar Onny peserta dari tim Libby Bakery kepada suarasurabaya.net.

Ia menjelaskan, timnya membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan lomba, mulai dari kostum, dekorasi, hingga yel-yel pendukung.

“Ini mungkin semingguan buat prepare semuanya, mulai dari kostum, pernak-pernik,” katanya.

Tak hanya mengandalkan tampilan visual, tim tersebut juga menghadirkan inovasi pada sajian rujak cingur khas Surabaya dengan tambahan kacang mete. Menu yang disajikan berisi tempe, lontong, kangkung, kacang panjang, serta aneka buah seperti mangga, bengkuang, dan timun.

Booth milik SMPN 43 Surabaya mengusung tema Mesir dalam acara Festival Rujak Uleg 2026, Sabtu (9/5/2026). Foto: Fauzan Mg suarasurabaya.net

Selain konsep Jepang, festival ini juga diramaikan peserta dengan tema budaya Mesir kuno. Tim SMPN 43 Surabaya menghadirkan dekorasi khas negeri piramida lengkap dengan simbol ular kobra dan patung Anubis.

Aris peserta dari SMPN 43 Surabaya mengatakan, konsep Mesir dipilih karena memiliki sejarah peradaban yang panjang dan menarik.

“Karena Mesir merupakan peradaban kuno yang sudah ada 5.000 tahun yang lalu,” ujarnya.

Menurut Aris, timnya mempersiapkan konsep tersebut sekitar satu minggu sebelum pelaksanaan festival.

“Kita nyiapin salah satu konsepnya juga piramida terus lalu ular cobra dan patung anubis,” katanya.

Meski tampil dengan dekorasi unik, tim SMPN 43 tetap mempertahankan cita rasa tradisional lewat sajian rujak uleg yang dipadukan dengan buah-buahan segar dan cingur khas Surabaya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati area festival sejak siang hingga malam hari.

Na’ilah pengunjung asal Gresik mengaku antusias karena baru pertama kali menyaksikan Festival Rujak Uleg secara langsung.

“Seru, karena ini kali pertama saya melihat festival rujak uleg yang ada di Surabaya,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Nareswari, warga Surabaya. Dia terkesan dengan besarnya antusiasme masyarakat terhadap festival kuliner tradisional tersebut.

“Ini pertama kali saya datang ke event rujak uleg. Ternyata semegah dan seramai ini. Banyak yang ikut,” katanya.

Festival Rujak Uleg menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang rutin digelar Pemerintah Kota Surabaya. Selain sebagai hiburan masyarakat, acara ini juga menjadi upaya pelestarian kuliner tradisional khas Kota Pahlawan agar tetap dikenal generasi muda. (ily/saf/faz)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Sabtu, 9 Mei 2026
29o
Kurs