Industri printing Jawa Timur tiap tahun rata-rata tumbuh 4,56 persen. Dengan pertumbuhan ini, industri printing lebih sehat dari pertumbuhan industri pengolahan yang hanya tumbuh 4,51 persen per tahunnya.
“Industri printing ini merupakan salah satu industri kreatif untuk penunjang industri lainnya. Perkembangannya di Jawa Timur cukup bagus dan bisa menyumbang pertumbuhan ekonomi,” kata M Ardi Prasetiawan, Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, usai membuka Pameran Surabaya Printing Expo (SPE) ke 12 Tahun 2017 di Grand City, Surabaya, Kamis (3/8/2017).
Menurut dia, industri printing ini masuk dalam lapangan usaha industri pengolahan, dimana total kontribusi industri pengolahan terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur pada triwulan pertama 2017 sekitar 29,30 persen.
Di dalam industri pengolahan sendiri, printing menduduki pertumbuhan teratas disusul perdagangan besar eceran dan reparasi mobil sepeda motor dan pertanian kehutanan perikanan.
Industri printing di Jawa Timur, rata-rata telah ada sejak tahun 1980-1990 dan saat ini waktunya untuk meregenerasi mesin-mesin industrinya termasuk mesin industri printing yang saat ini berkembang memasuki era digitalisasi.
Sementara itu, Daut Darmasalim, Penyelenggara Pameran Surabaya Printing Expo 2017 mengatakan dari tahun ke tahun teknologi industri cetak terus meningkat utamanya untuk cetak digital.
“Saat ini seluruh industri kebutuhan memerlukan industri cetak. Inilah yang harus ditangkap oleh pelaku industri printing,” ujarnya.
Pameran SPE 2017 yang dilakukan mulai 3-6 Agustus 2017 diikuti oleh 60 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Diperkirakan 20 ribu orang akan mengunjungi pameran ini. (fik/den)
NOW ON AIR SSFM 100
