Jumat, 2 Januari 2026

Bulog Gandeng BRIN, Gunakan Teknologi untuk Cegah Kutu di Stok Beras

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Ahmad Rizal Ramdhani Direktur Utama Perum Bulog (dua dari kanan) berbicara dalam jumpa pers terkait bantuan penanganan bencana alam di Jakarta, Sabtu (29/11/2025). Foto: Antara

Perum Bulog menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menerapkan teknologi baru pemeliharaan stok beras guna mencegah kutu, menjaga mutu produk, serta memperkuat ketahanan pangan nasional berkelanjutan.

“Kami sudah koordinasi dengan Kepala BRIN. BRIN akan suport kami untuk pemeliharaan beras ke depan itu ada teknologi baru,” kata Ahmad Rizal Ramdhani Direktur Utama Bulog dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2025) melansir Antara.

Meski begitu, Rizal belum membeberkan nama teknologi yang akan digunakan. Hanya saja pihaknya menegaskan langkah itu untuk melindungi stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola BUMN pangan itu.

Apalagi stok CBP pada awal tahun ini mencapai 3,25 juta ton. Stok beras tersebut merupakan beras peralihan dari 2025 ke 2026.

Adapun kerja sama dengan BRIN menghadirkan teknologi pemeliharaan beras inovatif karya anak bangsa yang dirancang meningkatkan daya tahan stok tanpa ketergantungan teknologi luar negeri dalam sistem logistik pangan nasional.

Teknologi baru tersebut diklaim mampu menjaga beras lebih sehat dan stabil kualitasnya sehingga mendukung pengelolaan cadangan pangan pemerintah dalam jangka panjang.

“Enggak usah pakai teknologi-teknologi dari luar. Teknologi orang Indonesia aja udah pintar-pintar. Nah ini syukur alhamdulillah dari Kepala BRIN kemarin menyampaikan ada teknologi baru untuk menjaga beras jadi lebih sehat, lebih kuat dan tahan lama,” beber Rizal.

Bulog akan menindaklanjuti kerja sama itu melalui pembahasan teknis lanjutan bersama BRIN untuk memastikan teknologi dapat diterapkan efektif di seluruh fasilitas penyimpanan beras milik negara.

“Nanti kami tindaklanjuti ini dan diskusikan dengan Kepala BRIN untuk diterapkan di Bulog,” jelasnya.

Dia menegaskan komitmen perusahaan menjaga kualitas seluruh beras yang dikelola dari Sabang hingga Merauke melalui sistem pengawasan terpadu dan berlapis secara konsisten setiap waktu.

Selama ini Bulog menerapkan pola pemeliharaan beras berjenjang meliputi pemeriksaan harian, mingguan, bulanan, triwulan, hingga per semester guna memastikan kondisi stok tetap aman dan layak konsumsi masyarakat luas.

Dia menuturkan setiap indikasi kerusakan kualitas maupun gangguan hama pada beras langsung ditangani melalui langkah percepatan seperti fumigasi terukur agar tidak menyebar dan merugikan stok lainnya di gudang penyimpanan Bulog.

“Sehingga indikasi-indikasi penyakit (beras berkutu) itu tidak menyebar ke yang lain,” ucap Rizal.

Upaya pemeliharaan tersebut menjadi prioritas strategis perusahaan untuk menjamin beras tetap sehat, kuat, serta tahan lama selama masa penyimpanan dan distribusi ke seluruh wilayah seluruh Indonesia.

“Bulog itu selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kualitas dari masing-masing produk beras,” kata Rizal.

Untuk diketahui sebelumnya, temuan beras berkutu di Gudang Bulog menjadi sorotan dari Komisi IV DPR RI.

Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto Ketua Komisi IV DPR mengungkap temuan beras impor telah berkutu di Gudang Perum Bulog. Hal ini berdasarkan temuan saat melakukan kunjungan ke Yogyakarta.

Kunjungan ini dilakukan saat masa reses DPR beberapa waktu lalu. Titiek menyebutkan beras itu merupakan stok impor yang dilakukan tahun lalu.

“Pada reses lalu, pada kunjungan kerja yang lalu, saya memimpin tim ke Yogya, dan kami meninjau Gudang Bulog. Di situ kami menemukan masih banyak beras sisa impor yang lalu di dalam Gudang Bulog yang sudah banyak kutu,” kata Titiek Soeharto dalam rapat kerja dengan Kementerian Pertanian, Selasa (11/3/2025).(ant/wld/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Jumat, 2 Januari 2026
24o
Kurs