Sabtu, 10 Januari 2026

Khofifah Proyeksikan Jatim Mampu Produksi 5,4 Juta Ton Jagung pada 2026

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Khofifah Gubernur Jatim saat Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV di Desa Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo. Foto: Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur memproyeksikan produksi komoditas jagung pada 2026 mencapai 5,4 juta ton.

Hal itu disampaikan Khofifah saat Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV bersama Kapolda Jatim di Desa Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo.

Panen jagung itu berlangsung di lahan seluas 3.000 meter persegi dari total hamparan 1 hektare. Dari luasan tersebut, jagung yang dihasilkan sekitar 3 ton jagung.

“Kita sudah swasembada beras, hari ini panen jagung, dan target swa sembada jagung bisa dicapai tahun 2026,” kata Khofifah dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

Khofifah mengatakan, panen raya jagung ini sebagai bukti pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan regional.

Dia menyebut, Jawa Timur serius mendukung visi nasional melalui produksi komoditas strategis.

Untuk diketahui luas baku sawah di Jawa Timur mencapai 1.207.997 Ha. Angka ini terdiri dari lahan irigasi seluas 719.598 Ha atau sekitar 59,57 persen dan lahan non irigasi/tadah hujan seluas 488.379 Ha atau 40,43 persen.

Merujuk Angka Sementara BPS 2025, yang di publish pada 5 Januari 2026, luas panen jagung di Jawa Timur mencapai 755.417 Ha dengan provitas 6,07 Ton/Ha dan produksi Jagung Pipilan Kering (JPK) pada kadar air 28 persen sebanyak 6.203.461 ton.

Sementara, produksi Jagung Pipilan Kering (JPK) pada kadar air 14 persen mencapai 4.585.921 ton.

Rata-rata harga jagung tingkat produsen berada di angka 5.985 kg menurut Laporan Pelayanan Informasi Pasar. Realisasi Tanam Jagung Jawa Timur pada 2025 mencapai 990.011 Ha.

“Maka, Jawa Timur merupakan salah satu lumbung jagung terbesar di Indonesia karena kontribusi produksi kita sangat signifikan terhadap kebutuhan nasional. Insya Allah, ke depan, kita tetap akan jadi penguat bagi swasembada pangan,” jelasnya.

Khofifah menegaskan, Jawa Timur tidak hanya fokus pada penanaman, tapi juga memastikan hasilnya memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi petani.

“Konsen utama kita selalu petani. Apapun yang kita lakukan, itu pasti memikirkan petani. Maka dari itu, Alhamdulillah menurut BPS, NTP Jawa Timur pada bulan Desember 2025 lalu mencapai 118,96. NTP ini naik sebesar 3,95 persen, yang menjadikan kenaikan kita merupakan kenaikan tertinggi di Pulau Jawa,” terangnya.

Khofifah memaparkan bahwa produksi jagung dengan kadar air 14 persen diproyeksikan mencapai 5.445.158 ton dan 89.820 ton untuk kebutuhan konsumsi jagung pada 2026.

Proyeksi kebutuhan pakan ternak pada 2026 diprediksi 4.152.060 ton dan potensi surplus jagung 2026 diprediksi mencapai 1.203.818 ton.

“Jagung ini komoditas strategis karena jagung bukan hanya bahan pangan, tetapi juga pakan yang menopang sektor peternakan dan agribisnis lainnya. Sehingga, kalau kita bisa bertahan dalam swasembada pangan dengan jagung ini, insya Allah kualitas ternak kita juga ikut meningkat,” tandasnya.(wld/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Sabtu, 10 Januari 2026
26o
Kurs