Minggu, 18 Januari 2026

Luapan Sungai Bengawan Jero Lamongan Meluas, Ribuan Rumah Terendam Banjir

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Foto: Tangkapan layar video kiriman pendengar Suara Surabaya

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan mencatat dampak banjir luapan Sungai Bengawan Jero meluas dengan ribuan rumah terendam dan puluhan ribu warga terdampak di sejumlah wilayah.

M. Na’im Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Lamongan mengatakan, berdasarkan data terbaru banjir Bengawan Jero berdampak di 44 desa yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kalitengah, Karangbinangun, Turi, Glagah, dan Deket.

“Per 16 Januari kami mencatat sebanyak 4.986 rumah terendam dengan 4.861 kepala keluarga atau 20.850 jiwa terdampak banjir. Namun, hasil pemantauan di beberapa titik juga menunjukkan penurunan muka air sekitar dua hingga tiga centimeter karena dua hari terakhir tidak terjadi hujan deras,” katanya, melansir Antara, Sabtu (17/1/2026).

Dia menjelaskan banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga berdampak pada sekitar 7.125 hektare lahan pertanian dan tambak, serta mengganggu aktivitas di 92 lembaga pendidikan di wilayah terdampak.

Seiring meluasnya dampak, BPBD Lamongan terus melakukan penanganan terpadu bersama organisasi perangkat daerah terkait, termasuk pendistribusian logistik dan dukungan teknis pengendalian banjir.

Na’im menambahkan, hingga saat ini BPBD telah menyalurkan bantuan logistik berupa beras sebanyak 14 ton kepada warga terdampak. Sementara itu, distribusi bantuan logistik lainnya masih terus dilakukan secara bertahap setiap hari.

“Droping logistik dilakukan setiap hari sehingga rekapitulasi bantuan secara keseluruhan masih dalam proses,” ujarnya.

Selain penanganan logistik, upaya pengendalian banjir juga didukung melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan BPBD Provinsi Jawa Timur dengan menaburkan garam menggunakan pesawat Cessna untuk menekan potensi hujan di wilayah hulu.

Sementara itu, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Lamongan memastikan operasi siaga banjir di Stasiun Pompa Kuro masih terus dilakukan.

Erwin Sulistya Pambudi Kepala SDABK Lamongan mengatakan pompa tetap dioperasikan karena tinggi muka air Bengawan Solo masih sekitar 120 sentimeter di atas tinggi muka air Kali Blawi, meskipun mulai terlihat tren penurunan di wilayah hulu.

“Sudah ada tren penurunan di hulu. Kami berharap tidak ada hujan lanjutan agar pintu air Kuro dapat segera dibuka,” katanya.(ant/kir/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 18 Januari 2026
27o
Kurs