Jumat, 30 Januari 2026

Lindungi Lumbung Ternak Nasional, Khofifah Percepat Vaksinasi Massal PMK di Jatim

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur (tengah) saat mengunjungi salah satu kandang/ternak sapi. Foto: Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur (Jatim) menginstruksikan percepatan vaksinasi massal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di seluruh wilayah Jatim, per Kamis (29/1/2026) hari ini.

Langkah ini untuk merespons cepat peningkatan kasus PMK di awal tahun, guna melindungi populasi ternak sekaligus menjaga stabilitas ekonomi peternak rakyat.

Jatim, yang dikenal sebagai lumbung ternak nasional, menempatkan perlindungan populasi ternak sebagai prioritas utama dalam agenda pengendalian penyakit tahun ini.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim mulai mendistribusikan 453.000 dosis vaksin PMK tahap I ke 38 kabupaten/kota. Distribusi ini bagian dari rangkaian program vaksinasi yang dijadwalkan berlangsung secara bertahap hingga September 2026.

“Percepatan vaksinasi ini penting karena Jawa Timur merupakan lumbung ternak nasional. Dengan vaksinasi serentak, kita dorong terbentuknya herd immunity agar populasi ternak terlindungi dan ekonomi peternak tetap terjaga. Untuk tahap pertama, kita bagikan 453 ribu dosis,” ujar Khofifah di Surabaya, Kamis.

Untuk mendukung target tahun 2026, Pemprov Jatim telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI yang mengalokasikan total 1.510.000 dosis vaksin khusus untuk wilayah Jatim.

Dalam pelaksanaannya, ribuan dokter hewan dan petugas kesehatan hewan diterjunkan langsung ke lapangan untuk menyasar ternak milik masyarakat di berbagai pelosok. Selain penyuntikan vaksin, Pemprov Jatim juga mengaktifkan kembali Satuan Tugas (Satgas) PMK yang melibatkan lintas sektor.

“Penanganan PMK tidak bisa setengah-setengah. Kami bergerak bersama, berkolaborasi dan bersinergi lintas sektor, dari pemerintah daerah, aparat kewilayahan, hingga TNI dan Polri, untuk memastikan pengendalian PMK berjalan cepat, terpadu, dan efektif di lapangan,” tegas Khofifah.

Satgas ini akan diperkuat oleh unsur BPBD, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas untuk melakukan monitoring dan pendampingan intensif kepada para peternak.

Selain percepatan vaksinasi, upaya pengendalian juga mencakup penguatan biosekuriti kandang dan pengawasan ketat lalu lintas ternak. Petugas kesehatan hewan disiagakan di pasar-pasar hewan guna memastikan tidak ada ternak sakit yang diperjualbelikan.

Khofifah juga memberikan peringatan tegas terkait operasional pasar hewan di wilayah dengan tingkat penyebaran tinggi. “Untuk opsi penutupan sementara pasar hewan, akan kami terapkan khusus di wilayah-wilayah dengan tingkat kasus PMK tinggi atau masuk zona merah,” ungkapnya.

Terakhir, Gubernur Jatim meminta seluruh Bupati dan Wali Kota di Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia juga mengharapkan sikap kooperatif dari para peternak saat petugas datang melakukan vaksinasi.

“Kami mengimbau kepada bupati/walikota dan para peternak untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mempercepat vaksinasi PMK, serta disiplin menerapkan manajemen pakan dan menjaga kesehatan ternak,” pungkasnya. (bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Jumat, 30 Januari 2026
27o
Kurs