Sabtu, 31 Januari 2026

Viral Kasus Perundungan Anak SMP di Surabaya, DP3A dan Dispendik Pastikan Pendampingan Korban

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Tangkapan layar video perundungan di Surabaya. Foto: Istimewa

Kasus perundungan anak SMP di Surabaya kembali terjadi, kali ini berada di Kapasan dengan melibatkan teman seumuran. Kasus tersebut mencuat setelah video perundungan menyebar dan menjadi perbincangan di media sosial.

Ida Widayati Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Surabaya membenarkan adanya kasus tersebut. Namun dia mengatakan bahwa kasus tersebut sudah terjadi sejak akhir Desember 2025 yang lalu dan sudah mendapatkan penanganan dari DP3A.

“Itu sebetulnya sudah lama kita dampingi, kan peristiwanya di 30 Desember malam. Terus kita juga sudah dampingi mulai 5 Januari kemarin,” katanya saat dihubungi suarasurabaya.net pada Sabtu (31/1/2026).

Dia mengatakan bahwa korban saat ini masih mengalami trauma setelah mendapat perundungan dari teman-temannya. DP3A juga memastikan terus melakukan penanganan.

Penanganan yang dilakukan DP3A, kata dia, meliputi pendampingan psikiater dan psikolog, serta pendampingan Polrestabes Surabaya.

“Ya, seperti kita menangani kasus pada umumnya, tapi kita tidak tahu itu kenapa kok baru dimunculkan sekarang,” ucapnya.

Ida mengatakan bahwa sebelumnya juga sudah diadakan mediasi antara orang tua korban dengan kelurahan, namun tidak didapatkan titik temu. Kemudian, orang tua korban melaporkan ke Polsek Simokerto.

“Sempat tertahan laporan itu beberapa hari di situ, terus dibilangi harus ke Polrestabes. Nah sekarang sudah ditangani Polrestabes, sudah di BAP juga. Prosesnya masih berjalan, masih kita dampingi terus,” ucapnya.

Ida menyebut, pendampingan dalam kasus tersebut butuh proses, karena pelaku dan korban semuanya anak-anak.

Febrina Kusumawati Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menambahkan, pihaknya turut memberikan mediasi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Tapi rasanya memang ada orang tua yang masih belum bisa menerima, tapi si anak sudah. Yang penting kita nyelamatin si anak ya, si anak itu dengan situasi yang kemarin terlibat dalam trauma juga sudah didampingi untuk pemulihan, supaya anak itu tidak menjadi trauma,” jelasnya.

Pihaknya memastikan, pemerintah kota Surabaya melalaui Dispendik akan terus mendampingi anak-anak, dan memastikan anak-anak mendapatkan haknya.

Langkah tersebut, katanya, harus diwujudkan dengan penguatan kolaborasi lintas sektor, baik dari dinas, sekolah, maupun orang tua anak.

“Kolaborasi besar itu harus kita lakukan, kita pemerintah kota dari Dinas Pendidikan untuk memberikan pembekalan untuk anak-anak, terus Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak juga ada tim-tim khusus, yang tadi ada pembinaan keluarga juga, itu yang kita lakukan secara komprehensif,” pungkasnya. (ris/saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Sabtu, 31 Januari 2026
28o
Kurs