Kamis, 27 Agustus 2026

Dalam Pernikahan, Psikolog Tekankan Kesiapan Mental dan Bukan Cinta Semata

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Ilustrasi pernikahan. Foto: Pixabay

Dr. Ersa Lanang Sanjaya Dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra menekankan setiap orang menyiapkan mental sebelum menikah, agar alasan membangun rumah tangga tidak hanya karena cinta.

Pernikahan, menurutnya, butuh ilmu tentang pelajaran pernikahan, memahami kepribadian pasangan dan diri sendiri, tujuannya untuk memengaruhi langkah pengambilan keputusan jika rumah tangga dalam kondisi tidak sedang baik-baik saja.

“Kadang kita menikah, dasarnya cinta. Sebenernya butuh siap, butuh punya knowledge, ilmunya. Kita tahu pelajarannya. Kadang-kadang ilmu ini diabaikan,” paparnya dalam program Wawasan Radio Suara Surabaya, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya pengetahuan itu penting terutama setelah melewati usia pernikahan 2-3 tahun, di mana rumah tangga tidak lagi hanya soal cinta tapi lebih realistis dari itu.

BACA JUGA: Kasus Cerai di Surabaya Didominasi Gugatan oleh Perempuan, Psikolog: Perempuan Sekarang Lebih Berdaya

Ia mengingatkan, agar setiap pasangan berpikir matang sebelum memutuskan bercerai. Akan banyak dampak atau konsekuensi yang ditimbulkan misalnya gangguan kesehatan mental pasangan, anak, dan keluarga.

“Yang penting kita perhatikan itu anak. Poin penting jangan sampai relasinya tidak berhasil itu harus diupayakan sebaik mungkin sebagai orang tua. Anak juga butuh lingkungan kondusif untuk tumbuh berkembang,” tutupnya. (lta/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Kamis, 27 Agustus 2026
28o
Kurs