Jumat, 6 Februari 2026

Pemkot Surabaya Akan Sidak Pasar Jelang Ramadan Untuk Tekan Inflasi

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Pemkot Surabaya saat sidak bahan pokok di Pasar Dukuh Kupang, Senin (17/3/2025). Foto: Diskominfo Kota Surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional, toko swalayan dan gudang atau distributor mulai 11 Februari dan 12 Maret 2026.

Upaya itu dilakukan untuk menekan inflasi 3,54 persen pada Januari 2026 ini. Sementara deflasi sebesar -0,16 persen secara Month to Month (m-to-m) dan Year to Date (y-to-d).

Vykka Anggradevi Kusuma Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya mengatakan, komoditas penyumbang inflasi terbesar yaitu emas perhiasan sebesar 0,19 persen, nasi dengan lauk 0,03 persen, cumi-cumi 0,01 persen, laptop/notebook 0,01 persen, dan semangka 0,01 persen.

Sementara komoditas penyumbang deflasi terbesar di Kota Surabaya yaitu Angkutan Udara sebesar -0,10 persen, cabai rawit -0,09 persen, daging ayam ras -0,08 persen, bawang merah -0,06 persen, dan cabai merah -0,04 persen.

“Kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya juga menjadi penyumbang andil inflasi tertinggi di Januari 2026 sebesar 0,19 persen, di samping itu komoditas Emas Perhiasan juga sebagai penyumbang tertingginya sebesar 0,19 persen,” kata Vykka, Jumat (6/2/2026).

Vykka menyebut Pemkot Surabaya akan terus melakukan berbagai upaya strategis untuk menekan inflasi di Kota Surabaya. Terutama menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri tahun 2026.

Langkah awal pasar murah yang dilaksanakan selama sembilan hari dan dua hari secara serentak pada 25 Februari dan 5 Maret 2026. Kemudian Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 10-13 Februari dan 4-11 Maret 2026.

“Pada tanggal 10 dan 13 Februari serta 4 dan 11 Maret 2026, kami berkolaborasi dengan Perum Bulog, BUMD dan Swasta. Komoditas yang akan dijual di pasar murah dan GPM antara lain ada beras premium, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, daging ayam ras dan olahannya, daging sapi dan aneka olahan daging sapi, aneka cabai, bawang merah, dan bawang putih,” sebutnya.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)  juga menggerakkan Kios TPID yang ada di berbagai lokasi, diantaranya Pasar Genteng Baru, Pasar Tambahrejo, Pasar Karah, Pasar Gubeng Masjid dan Pasar Balongsari dengan menjual beras, gula, dan minyak.

“Kami juga akan terus melakukan moralsuation kepada masyarakat bahwa ketersediaan bahan pokok di Kota Surabaya masih sangat mencukupi,” ujarnya.

Dalam hal ini, Vykka mengimbau, seluruh masyarakat berperan aktif menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi daerah.

“Jadi bisa dimulai dari berbelanja bahan pokok secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian bahan pokok secara berlebihan atau panic buying,” imbaunya. (lta/bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Jumat, 6 Februari 2026
29o
Kurs