Bahlil Lahadalia Ketua Umum DPP Partai Golkar mengumumkan dirinya akan maju sebagai calon legislatif (caleg) pada Pemilu Legislatif 2029. Ia menegaskan tidak ingin memikirkan ambisi lain di luar pencalonan sebagai anggota DPR.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat berpidato dalam pengukuhan Akademi Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (14/2/2026 malam.
“Eh wartawan, kamu jangan tanya-tanya saya mau apa lagi, saya caleg ya. Saya nggak mau berpikir seperti ketua umum (Ketum) partai lain menjadi ini, jadi ini, nggak. Saya caleg,” kata Bahlil seperti dikutip Antara.
Bahlil menyebut dirinya akan maju dari daerah pemilihan (dapil) Papua. Ia menilai dapil tersebut perlu perhatian serius karena saat ini Partai Golkar belum memiliki kursi DPR dari wilayah itu.
Menurut dia, seorang “petarung” harus turun langsung berkontestasi di lapangan untuk membesarkan partai.
Tak hanya itu, Bahlil juga membuka kemungkinan mewajibkan seluruh kader Partai Golkar untuk maju sebagai caleg, termasuk mereka yang saat ini menjabat posisi eksekutif seperti menteri.
Ia menekankan tidak boleh ada pola pembagian jatah jabatan tanpa kontribusi nyata terhadap partai. “Caleg enggak, menteri mau. Gimana coba? Nggak bisa, dia harus kerja dong. Nggak ada jatah-jatahan,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu.
Bahlil menjelaskan target Partai Golkar pada Pemilu 2029 relatif sederhana, yakni menambah jumlah kursi di DPR RI. Ia berpendapat ukuran keberhasilan seorang ketua umum partai politik adalah kemampuannya meningkatkan perolehan kursi legislatif.
Karena itu, ia menegaskan Golkar kini berorientasi pada kinerja kader. Kader yang memenuhi standar PDLT (prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela) akan menjadi prioritas dalam pencalonan.
“Saya yakin dan percaya bahwa kita semua dalam satu keluarga besar Partai Golkar. Partai ini sangat dinamis, sangat inklusif,” kata dia. (ant/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
