Minggu, 22 Februari 2026

DPR Kritik Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan

Firman Soebagyo Anggota Komisi IV DPR RI mempertanyakan rencana PT Agrinas Pangan Nusantara salah satu BUMN, mengimpor 105 ribu unit mobil pikap secara utuh (completely built up/CBU) dari India.

Menurutnya, kebijakan impor untuk Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih itu janggal, dan berpotensi melemahkan arah industrialisasi nasional yang selama ini digaungkan Pemerintah.

Dalam keterangannya, hari ini, Minggu (22/2/2026), di Jakarta, Firman mengatakan hal tersebut bukan sekadar urusan pengadaan kendaraan. Tapi, menyangkut keberpihakan pada industri nasional.

“Kalau kapasitas produksi dalam negeri mencukupi, mengapa harus impor dalam jumlah besar? Ini bukan sekadar soal pengadaan kendaraan, tapi menyangkut keberpihakan pada industri nasional,” ujarnya.

Dia bilang, industri otomotif bukan cuma tentang perakitan kendaraan. Di situ ada rantai pasok panjang yang melibatkan industri baja, berbagai komponen seperti ban, kaca, hingga ribuan UMKM pendukung.

Impor kendaraan dalam bentuk utuh, otomatis memutus mata rantai nilai tambah yang seharusnya dinikmati pekerja dan pelaku usaha dalam negeri.

Langkah impor berskala masif, lanjutnya, berpotensi bertabrakan dengan komitmen Prabowo Subianto Presiden yang berulang kali menekankan pentingnya hilirisasi, penguatan produksi dalam negeri, dan penciptaan lapangan kerja.

“Jangan sampai pidato Presiden mengenai kemandirian industri hanya menjadi slogan. Kalau praktiknya justru membuka keran impor, publik tentu berhak mempertanyakan konsistensi Pemerintah,” katanya.

Legislator dari Fraksi Golkar tersebut mengingatkan, BUMN semestinya menjadi lokomotif penguatan industri nasional, bukan malah membuka ruang impor yang bisa menggerus ekosistem otomotif dalam negeri.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia itu mendorong pemenuhan kebutuhan kendaraan operasional untuk Program Koperasi Desa Merah Putih hasil dari produksi nasional.

DPR, kata Firman, akan memantau ketat kebijakan impor ratusan ribu mobil pikup dari India tersebut.

“Keputusan strategis tidak boleh didasarkan pada kepentingan sesaat. Negara harus hadir melindungi industri nasional dan tenaga kerja kita,” tandasnya.

Sekadar informasi, PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mengimpor 105 ribu unit mobil pickap dari Mahindra dan Tata Motors dua produsen asal India, untuk Kopdes Merah Putih.

Joao Angelo De Sousa Mota Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara mengungkapkan ada sejumlah alasan di balik kebijakan impor mobil pikap dari India.

Antara lain, kekhawatiran mengganggu industri logistik nasional kalau semua mengambil kendaraan hasil produksi dalam negeri.

Kemudian, mobil produksi India punya spesifikasi yang kompetitif dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Rencananya, akhir bulan ini jumlah unit yang tiba di Indonesia mencapai seribu unit kendaraan. Targetnya, 105 ribu unit kendaraan tiba akhir tahun 2026.

Dia menyebut, Pemerintah sudah mengetahui rencana impor kendaraan untuk Kopdes Merah Putih. Danantara Indonesia juga siap menggelontorkan uang untuk salah satu program unggulan Prabowo Presiden.(rid/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 22 Februari 2026
26o
Kurs