Arsad Hidayat Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendata masjid-masjid yang akan dijadikan tempat singgah pemudik selama musim mudik Idulfitri 2026.
Katanya, ke depan masyarakat bisa mencari masjid yang dijadikan rest area untuk mudik lebaran di laman http://simas.kemenag.go.id.
“Karena kita juga terhubung dengan Google Map ya. Jadi kalau seumpamanya butuh tahu masjid tersebut di mana, tinggal dicari. Masuk ke Simas (Sistem Informasi Masjid) nanti titik lokasinya itu bisa dengan mudah di dapatkan,” ungkap Arsad kepada suarasurabaya.net, Rabu (25/2/2026).
Data-data masjid yang bisa dijadikan tempat beristirahat pemudik bakal di-launching sekitar H-8 atau H-7 Idulfitri.
Ada orang tuh setelah perjalanan panjang ingin ke toilet, buang air kecil, buang air besar ya, saya pikir toilet pasti ada ya. Kemudian tempat wudu ya, bahkan tempat mandi juga ya. Kemudian ruang salat, parkir. Kita juga membuka free takjil buat mereka yang sedang berpuasa. Kebetulan mungkin ketika nyampe di masjid tersebut pada saat waktu berbuka puasa ya,” ujarnya.
Arsad Hidayat mengatakan pemudik bisa berisirahat dan memulihkan tenaga di tengah perjalanan mudik di masjid.
“Saya pikir itu menjadi komitmen kita untuk kita mintakan kepada seluruh DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) yang nanti masjidnya itu difungsikan sebagai masjid ramah pemudik atau musafir,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Agama menyiapkan 6.859 masjid di seluruh Indonesia sebagai tempat singgah pemudik tahun ini. Nasaruddin Umar Menteri Agama (Menag) mengatakan program tersebut bakal berlangsung mulai H-7 hingga H+7 Idulfitri, dan akan dibuka selama 24 jam.
Tidak hanya masjid, rumah ibadah lain seperti gereja bisa jadi ruang kemanusiaan yang terbuka, melayani siapa pun tanpa memandang latar belakang agama. Program ini diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, melalui Ekspedisi Masjid Indonesia 2026.(lea/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
