Minggu, 1 Maret 2026

KBRI Teheran: 329 WNI di Iran Dalam Kondisi Aman

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Kepulan asap membubung setelah ledakan yang dilaporkan terjadi di Teheran, Iran pada 28 Februari 2026. Foto: AFP

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran memastikan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran dalam kondisi aman pascaserangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).

Rolliansyah Soemirat Duta Besar RI untuk Iran mengatakan, hingga dini hari waktu setempat tidak ada laporan ancaman langsung terhadap WNI.

“Sekitar pukul 2.30 waktu setempat, seluruh simpul-simpul WNI yang kami hubungi di berbagai kota di Iran menyampaikan bahwa dirinya tidak mengalami atau merasakan ancaman langsung terhadap para WNI,” kata Rolliansyah dilansir dari Antara.

BACA JUGA: Indonesia Siap Mediasi Konflik AS dan Iran

BACA JUGA: 40 Orang Meninggal Dalam Serangan Israel ke Sekolah Dasar di Minab Iran

Menurutnya, secara resmi tercatat sekitar 329 WNI telah melakukan lapor diri kepada perwakilan RI. KBRI Teheran saat ini memprioritaskan komunikasi intensif dengan seluruh WNI untuk memastikan perlindungan dan kesiapsiagaan.

“Komunikasi ini sangat penting agar kami dapat memberikan penilaian paling tepat untuk memberikan bantuan dan perlindungan yang dibutuhkan para WNI,” ujar diplomat yang akrab disapa Roy itu.

Ia menambahkan, penilaian situasi keamanan akan terus dilakukan KBRI Teheran dengan berkoordinasi bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna menentukan langkah lanjutan.

KBRI juga mengimbau seluruh WNI di Iran agar tetap waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, serta mengambil langkah-langkah pengamanan bagi diri dan keluarga masing-masing.

Serangan pada Sabtu tersebut merupakan operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan pasukan AS meluncurkan operasi berskala besar untuk melindungi rakyat Amerika dengan meniadakan ancaman atas dugaan pengembangan senjata nuklir Iran. Serangan ini menjadi yang kedua sejak aksi militer pertama pada Juni 2025.

Di hari yang sama, Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog serta diplomasi. Pemerintah Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi perundingan guna memulihkan situasi keamanan.

“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri. (ant/saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Minggu, 1 Maret 2026
27o
Kurs