Megawati Soekarnoputri Presiden ke-5 RI menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Try Sutrisno Wakil Presiden ke-6 RI pada Senin (2/3/2026).
Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan melalui Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan.
“Ibu Megawati mengenang almarhum sebagai prajurit sejati dan seorang negarawan yang mendedikasikan seluruh hidupnya bagi bangsa dan negara. Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya,” ujar Hasto menyampaikan pesan Megawati.
Try Sutrisno mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto sekitar pukul 07.00 WIB. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai tokoh militer dan negarawan yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998.
Hasto menuturkan, hubungan Megawati dan Try Sutrisno terjalin erat, terutama saat keduanya sama-sama bertugas sebagai Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Try menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah dan kerap berdiskusi dengan Megawati mengenai isu-isu kebangsaan.
“Pak Try dan Ibu Megawati sering berdiskusi soal kebangsaan. Beliau adalah sosok yang sangat konsisten menjaga nilai-nilai Pancasila,” kata Hasto.
Ia juga mengenang sejumlah momen kebersamaan yang menunjukkan perhatian Megawati kepada almarhum. Salah satunya terjadi menjelang penyerahan duplikat bendera pusaka kepada kepala daerah di Balai Samudra pada 2024.
“Ketika Pak Try hendak berdiri, Ibu Megawati langsung meminta ajudannya sigap menyiapkan tongkat beliau. Itu bentuk perhatian dan rasa hormat yang sangat tulus,” ungkap Hasto.
Momen lainnya terjadi saat peringatan Hari Lahir Pancasila 2025.
“Ibu Megawati menggandeng tangan Pak Try ketika peserta menyampaikan salam kebangsaan dan menyanyikan Indonesia Raya,” tambahnya.
Menurut Hasto, almarhum juga kerap hadir dalam berbagai agenda PDI Perjuangan dan menjadi tokoh yang dihormati, tidak hanya di kalangan militer tetapi juga di ranah politik dan kebangsaan.
“Ibu Megawati mendoakan agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” tutup Hasto.(faz/ipg)









