Cucun Ahmad Syamsurijal Wakil Ketua DPR RI mengatakan pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap audit tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN), setelah adanya kasus dugaan korupsi yang menjerat tiga mantan pimpinan di badan yang menyelenggarakan program Makam Bergizi Gratis (MBG) itu.
Melalui Komisi IX DPR RI, proses perencanaan, penganggaran, hingga post audit di BGN akan terus dikawal dan memastikan bahwa anggaran BGN pada 2027 akan dievaluasi.
“DPR kan punya catatan, misalkan dari Badan Pemeriksa Keuangan yang harus dibahas catatan-catatan penting, misalkan temuan-temuan yang ada,” kata Cucun di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (4/6/2026) yang dikutip Antara.
Ia juga meminta pimpinan BGN yang baru untuk betul-betul menjaga amanat dari Prabowo Subianto Presiden demi menjalankan dan mempercepat target yang diberikan kepada BGN.
Di sisi lain, Cucun menghormati mekanisme dan proses hukum yang sedang berproses terhadap Dadan Hindayana, mantan Kepala BGN dan mantan pimpinan lainnya yang kini menjadi tersangka.
“Kita hormati semua proses yang ada dan kita apresiasi spirit pemerintah Bapak Presiden dalam penegakan hukum memberantas korupsi,” katanya.
Sebelumnya, pada Rabu (3/6/2026), Kejaksaan Agung menetapkan tiga orang mantan pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada BGN tahun 2025–2026.
Tiga orang itu adalah Dadan Hindayana (DH) mantan Kepala BGN, Lodewyk Pusung (LP) mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Dukungan Kelembagaan, serta Sony Sonjaya (SS) mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi. (ant/bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

