Selasa, 3 Maret 2026

Sekjen PBB Minta Deeskalasi Konflik di Timur Tengah

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. (Xinhua). Foto: Antara

Antonio Guterres Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), melalui juru bicaranya pada Senin (2/3/2026), kembali menegaskan imbauannya untuk deeskalasi, penghentian konflik segera, serta diskusi dan dialog di Timur Tengah yang searah dengah Piagam PBB.

“Sejauh menyangkut situasi di lapangan, posisi yang disampaikan oleh Sekjen pada Sabtu (28/2) di Dewan Keamanan tetap sangat valid. Hal yang diperlukan saat ini di kawasan tersebut, lebih dari apa pun, adalah jalan keluar,” ucap Stephane Dujarric, juru bicara Guterres, dalam sebuah pernyataan.

Ia mengatakan selama 48 jam terakhir, Guterres telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin negara, termasuk Tamim bin Hamad Al Thani Emir Qatar dan Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi Menteri Luar Negeri Oman.

“Sekjen memuji Oman atas upayanya dalam memediasi perundingan damai serta menegaskan kembali kecamannya atas serangan terhadap Iran dan serangan Iran di negara-negara Teluk,” ujar Dujarric.

Selain itu, selama akhir pekan sekjen PBB juga melakukan pembicaraan dengan duta besar dari Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council).

Guterres mengkhawatirkan jumlah warga sipil yang berpotensi menjadi korban jiwa dan infrastruktur yang rusak dengan cepatnya peningkatan risiko dampak kemanusiaan di area itu.

“Hukum humaniter internasional (menyatakan dengan) jelas — warga sipil harus dilindungi setiap saat, dan infrastruktur sipil juga harus dilindungi,” tutur Dujarric. (ant/vve/lta/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 3 Maret 2026
24o
Kurs