Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan dimulainya gelombang baru serangan udara terhadap Iran atas perintah Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS).
Operasi militer itu disebut sebagai respons atas serangan yang menewaskan dua personel militer AS di Yordania serta untuk melemahkan kemampuan Iran mengancam jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial X, CENTCOM menyebut serangan dimulai Sabtu (18/7/2026) pukul 18.00 waktu setempat.
“Hari ini pukul 6 sore ET, pasukan AS mulai melancarkan serangan udara baru terhadap Iran atas arahan Panglima Tertinggi,” demikian pernyataan CENTCOM.
Komando itu menambahkan bahwa operasi tersebut bertujuan “semakin melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz” serta menghukum pasukan Garda Revolusi Iran yang dituding bertanggung jawab atas serangan terhadap personel militer AS di Yordania.

NOW ON AIR SSFM 100

