Sabtu, 7 Maret 2026

Purbaya Menkeu Pastikan Anggaran Pendidikan Aman, Tak Terdampak MBG

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Foto: Antara

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan memastikan anggaran pendidikan tetap aman dan tidak berkurang meski pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“[Anggaran pendidikan] Tetap aman,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, program MBG memiliki alokasi anggaran tersendiri sehingga tidak mengganggu belanja rutin sektor pendidikan. Pagu pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga tetap dipertahankan sebesar 20 persen sesuai amanat undang-undang.

“Anggaran (MBG) cuma beli makanan saja gitu, tapi bukan dimasukkan ke pendidikan atau pendidikan dipotong,” ujarnya seperti dilaporkan Antara.

Sebelumnya, pemerintah menegaskan anggaran pendidikan tahun 2026 telah disepakati bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Badan Anggaran DPR, serta tidak dikurangi akibat pelaksanaan program MBG.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memastikan sejumlah program pendidikan strategis tetap berjalan, seperti Kartu Indonesia Pintar dan Program Indonesia Pintar. Pemerintah juga memperluas akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat serta renovasi sekitar 16.000 sekolah pada 2025 dengan anggaran Rp17 triliun.

Selain itu, pemerintah menaikkan insentif guru menjadi Rp400.000 serta tunjangan guru non-ASN dari Rp1.500.000 menjadi Rp2.000.000 pada 2025 sebagai bagian dari penguatan sektor pendidikan.

Hariqo Wibawa Satria Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia menyebutkan anggaran pendidikan pada 2026 mencapai Rp769,8 triliun. Di dalamnya terdapat alokasi Rp223,5 triliun untuk Badan Gizi Nasional guna mengelola program MBG.

Ia menegaskan program MBG justru menjadi bagian dari sistem pendidikan karena pemenuhan gizi dinilai sebagai fondasi penting bagi proses belajar siswa. Selain itu, berbagai program pendidikan lainnya tidak mengalami pengurangan anggaran, bahkan beberapa di antaranya meningkat, termasuk tunjangan guru dan bantuan pendidikan.

Hariqo juga meluruskan informasi yang beredar mengenai sekolah terbengkalai akibat program MBG. Menurutnya, hal itu tidak benar karena sepanjang 2025 pemerintah telah memperbaiki sekitar 16.000 sekolah. Pada 2026, pemerintah menargetkan sebanyak 71.000 sekolah kembali dilengkapi fasilitasnya.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Sabtu, 7 Maret 2026
31o
Kurs