Sabtu, 14 Maret 2026

Stok Beras Nasional Capai 4 Juta Ton, Mentan: Cukup Sampai Akhir Tahun

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi - Pekerja memeriksa stok beras di gudang Bulog Sub divre Indramayu, Jawa Barat. Foto: Antara

Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian (Mentan) melaporkan, cadangan beras nasional saat ini mencapai sekitan empat juta ton dan diperkirakan akan terus meningkat dalam waktu dekat.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Prabowo Subianto Presiden di Jakarta, Jumat (13/3/2026) kemarin, ia mengatakan bahwa jumlah tersebut merupakan angka tertinggi dalam sejarah cadangan beras nasional.

“Hari ini mencapai 4 juta ton, data dua hari lalu sudah 4 juta ton dan kemungkinan bulan depan sudah mencapai 5 juta ton, Bapak Presiden. Ini tertinggi cadangan kita, ini cukup untuk 324 hari, sampai akhir tahun cukup cadangan kita sekarang untuk beras,” ujar Andi Amran.

Selain cadangan beras nasional, Mentan juga menyampaikan adanya peningkatan pada sektor ekspor minyak sawit mentah crude palm oil (CPO). Hal itu turut memperkuat kinerja ekspor sektor pertanian secara keseluruhan.

“Ada kabar menarik Bapak Presiden, CPO kita, ekspor kita naik enam juta ton. Sedangkan kita butuh untuk biofuel 5,3 juta ton, jadi Alhamdulillah naik,” ungkapnya kepada Presiden.

Lebih lanjut, Andi menyebutkan produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian yang mencapai 5,74 persen. Angka ini merupakan capaian tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

“PDB sektor pertanian ini tertinggi selama 25 tahun, 5,74 persen PDB sektor pertanian. Kemudian NTP (Nilai Tukar Petani), tingkat kesejahteraan petani, tertinggi selama 33 tahun,” kata Andi.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah, termasuk kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) serta penurunan harga pupuk yang turut meningkatkan kesejahteraan petani.

“Ini karena kebijakan Bapak Presiden, HPP dinaikkan dan juga pupuk, harga pupuk turun 20 persen tanpa membebani Menteri Keuangan,” jelasnya.

Menanggapi laporan tersebut, Prabowo Presiden menegaskan bahwa kondisi ketahanan pangan nasional saat ini menunjukkan fondasi yang kuat. Ia juga menekankan pentingnya terus mencermati seluruh komoditas pangan, terutama sumber protein bagi masyarakat.

“Saya kira ini juga sesuatu yang bisa kita yakini, suatu fondasi yang kuat. Apapun terjadi, pangan kita aman. Tentunya semua komoditas harus kita cermati, terutama masalah protein. Protein, saya kira yang paling cepat masalah protein adalah perikanan, perikanan darat, dan perikanan lepas pantai, dan perikanan tangkap,” tuturnya.(ily/bil/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Sabtu, 14 Maret 2026
33o
Kurs