Senin, 16 Maret 2026

Mahasiswa UK Petra Ubah Buah Maja Jadi Minuman Probiotik Bernilai Ekonomi

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
GO! MAJA merupakan minuman probiotik berbasis Greek yoghurt yang memanfaatkan ekstrak buah maja (Aegle marmelos). Foto: UK Petra

Lima mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya memperkenalkan inovasi pangan fungsional bernama GO! MAJA. Ini adalah minuman probiotik berbasis Greek yoghurt yang memanfaatkan ekstrak buah maja (Aegle marmelos).

Produk ini dikembangkan oleh tim lintas disiplin ilmu di UK Petra, yakni Ardan Rezon Prasetio dari Business Management, Audrey Hadara Wattimena dari Desain Komunikasi Visual, Aurelia Callysta dari Branding and Digital Marketing, Fedilia Yanson Widio dari Culinary Business Management, serta Samuel Jason Liwanto Lie dari Branding and Digital Marketing.

Ardan Rezon Prasetio Ketua tim GO! MAJA menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari riset untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap buah maja yang selama ini jarang dimanfaatkan.

“Kami ingin membuktikan bahwa buah maja yang sering terabaikan sebenarnya adalah ‘harta karun’ kesehatan. Dengan kandungan lektin dan quercetin, GO! MAJA bukan sekadar minuman sehat, tetapi juga berpotensi membantu melindungi dinding lambung, terutama ketika pola makan berubah drastis saat Idulfitri,” ujar Ardan.

Berbeda dengan yoghurt komersial yang umumnya menggunakan varian rasa buah populer, GO! MAJA justru mengangkat karakter khas buah maja.

Tim pengembang mencoba mendobrak stigma bahwa buah tersebut memiliki rasa pahit yang kurang disukai masyarakat.

David Kristanto dosen School of Business and Management UK Petra (baju putih) bersama tim mahasiswa yang menciptakan Yoghurt berbahan dasar buah Maja. Foto: UK Petra

Produk ini dikembangkan di bawah bimbingan David Kristanto dosen School of Business and Management UK Petra. Menurutnya, inovasi tersebut menunjukkan bahwa biodiversitas lokal yang kerap diabaikan dapat diolah menjadi produk bernilai kesehatan dan ekonomi.

“Keunggulan GO! MAJA terletak pada formulasinya, yaitu Greek yoghurt yang dipadukan dengan sirup dan jelly sari buah maja murni. Produk ini juga telah melalui uji laboratorium yang merujuk pada jurnal kesehatan terpublikasi,” kata David dalam keterangan resmi yang diterima suarasurabaya.net, Senin (16/3/2026).

Ia menambahkan, hasil pengujian menunjukkan bahwa sari buah maja berpotensi memberikan berbagai manfaat kesehatan, seperti membantu meningkatkan imunitas, menangkal radikal bebas, serta mendukung kesehatan jantung dan sistem pencernaan.

Salah satu tantangan terbesar dalam pengolahan buah maja adalah rasa pahit yang meninggalkan after-taste kuat. Namun, melalui teknik fermentasi yang dikembangkan selama tiga hari, tim GO! MAJA berhasil meminimalkan rasa pahit tersebut.

Proses fermentasi ini tidak hanya mengurangi karakter pahit alami buah maja, tetapi juga menonjolkan cita rasa khas yang segar sehingga menghasilkan kombinasi rasa unik yang tetap nyaman di lidah konsumen.

Mengusung tagline “Start Your Healthy Move”, GO! MAJA diproduksi melalui proses selama empat hari. Inovasi ini sekaligus menjadi upaya pelestarian bahan pangan lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan.

Meski baru diluncurkan di lingkungan kampus, produk tersebut telah mendapat respons positif. Sebanyak 120 pouch GO! MAJA dilaporkan telah terjual di kalangan mahasiswa UK Petra.

Minuman probiotik ini dipasarkan dengan harga Rp5.000 per kemasan 50 ml. Awalnya, produk tersebut dipersiapkan untuk mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada April 2026.

Namun, melihat potensi pasar yang cukup besar, tim pengembang optimistis untuk mengembangkan GO! MAJA sebagai produk komersial di masa mendatang.

“Melalui pengembangan yoghurt buah maja ini, saya berharap dapat menciptakan produk inovatif berbasis fermentasi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Selain memberikan nilai gizi dan manfaat probiotik, produk ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi yang selama ini diabaikan,” ujar David. (saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 16 Maret 2026
25o
Kurs