Sabtu, 21 Maret 2026

Wali Kota Surabaya Apresiasi Toleransi Warga Saling Hormati Perbedaan Pelaksanaan Hari Raya

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya saat diwawancarai awak media usai salat Id, Sabtu (21/3/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengapresiasi warga atas tingginya toleransi antar sesama, khususnya untuk saling menghormati perbedaan pelaksanaan Hari Raya Idulfitri.

Menurutnya sikap saling menghargai juga terbukti lancarnya perayaan Hari Raya Nyepi, Kamis (19/3/2026) lalu, yang bersamaan dengan momen perayaan Hari Raya Idulfitri.

“Kemarin pada waktu di Hari Raya Nyepi di sekitar tempat ibadah untuk umat Hindu kita tidak mengadakan takbiran yang keliling tapi di dalam masjid tidak menggunakan pengeras suara,” bebernya usai mengikuti Salat Id di halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu (21/3/2026) pagi.

Demikian dengan sesama umat muslim, Eri juga mengapresiasi karena warga tetap saling menghormati meski pelaksanaan Salat Id tidak bersamaan. Ada yang melaksanakan salat Id, Jumat (20/3/2026) kemarin, dan juga hari ini Sabtu (21/3/2026).

“Yang kedua, kita juga ada salat Id dua kali hari ini. Ada yang kemarin dan hari ini,” ungkapnya.

Ia kemudian menekankan kembali soal indahnya perbedaan, selama tidak saling menyalahkan. “Perbedaan keindahan itu tidak saling menjatuhkan, tidak saling menjelekkan, tapi saling menghargai satu dengan yang lainnya. Inilah perbedaan yang harus kita jaga,” ungkapnya.

Wali Kota berharap, sikap toleransi di Lebaran tahun ini bisa selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelahnya.

“Maka dengan tali persaudaraan itulah saling mengingatkan dan saling menguatkan satu dengan yang lainnya. Alhamdulillah toleransi di Surabaya ini luar biasa,” ujarnya.

Selebihnya, ia mempertebal pesan yang disampaikan Khatib saat khutbah setelah salat Id yang banyak menekankan menjaga persatuan.

“Jadi bagaimana kita juga menjaga persatuan dengan silaturahmi, mengikatkan tali persaudaraan. Jadi saya berharap dengan salat Idulfitri hari ini, maka momentum persaudaraan kita harus kita kuatkan lagi,” tuturnya.

Adapun dalam khotbahnya tadi, Prof. Abdul Kadir Riyadi yang bertindak sebagai khatib menguraikan empat pilar misi kemanusiaan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW sebagai fondasi membangun bangsa dan peradaban.

Ia menegaskan bahwa tanpa perdamaian, sektor pendidikan, ekonomi, hingga aktivitas perkantoran akan lumpuh. Ia mengajak warga untuk menyebarkan “virus positif” kedamaian dari Surabaya ke seluruh Indonesia. (lta/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Sabtu, 21 Maret 2026
31o
Kurs