Jumat, 3 April 2026

ITS Laporkan Survei Angkutan Lebaran 2026: ASDP Terendah, Tertinggi Kereta Api

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
ITS saat memaparkan hasil survei IKM Angkutan Lebaran 2026 di Fakultas Teknik Sipil ITS, Kamis (2/4/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melaporkan hasil penelitian di bidang transportasi lewat Direktorat Kerjasama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) ITS tentang tingkat kepuasan Angkutan Lebaran 2026.

Laporan hasil Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap Angkutan Lebaran 2026 tersebut, bekerja sama dengan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI yang dipaparkan di Gedung Fakultas Teknik Sipil ITS, Kamis (2/4/2026).

Tri Joko Wahyu Direktur Kerjasama dan Pengelolaan Usaha ITS menjelaskan, tujuan penelitian IKM angkutan lebaran ini untuk mengevaluasi pada layanan.

“ITS bersinergi mendukung kebijakan transportasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu dalam hasil pemaparan survei, Prof. Ir. Hera Widyastuti Pakar Transportasi ITS menyampaikan bahwa survei ini digelar di 26 provinsi Indonesia.

Data yang diambil dari 5.105 responden tersebut menunjukkan hasil IKM layanan Angkutan Lebaran 2026 yang baik dengan nilai 82,15. Hasil tersebut meningkat 3,45 poin dari tahun 2025.

Hera menyebut nilai IKM Angkutan Lebaran 2026 tertinggi didapatkan moda kereta api dengan kategori sangat baik sebesar 94,30. Sementara nilai IKM terendah terjadi pada moda Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) dengan nilai 77,48.

Hera menyebut faktor yang mempengaruhi rendahnya nilai tersebut karena kemacetan panjang yang terjadi di penyeberangan Banyuwangi-Bali.

“Itu karena momen mudik berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, sehingga hal wajar ketika terjadi kepadatan karena ada penutupan (penyeberangan) dua hari,” jelasnya.

Menurut aspek layanan, nilai IKM tertinggi ada pada prasarana sebesar 83,31 dan terendah pada manajemen transportasi sebesar 80,93. Meskipun begitu, kedua aspek tersebut masih termasuk kategori baik.

Selain itu, Hera menyebut bahwa moda kereta api dengan nilai IKM tertinggi tetap perlu mempertahankan indikator aspek penilaian IKM.

“Beberapa hal yang perlu dipertahankan adalah keamanan di kereta selama perjalanan, ketepatan waktu, dan fasilitas keselamatan,” ungkapnya.

Meski begitu, Hera menyoroti fasilitas untuk mendapatkan tiket kereta api saat lebaran perlu mendapat perhatian. Sebab terdapat keluhan dari pengguna bahwa masih terbatasnya tiket saat lebaran.

Di sisi lain, Rudi Irawan Direktur Lalu Lintas Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI menyampaikan bahwa terjadi peningkatan penumpang angkutan umum dengan rata-rata 10,87 persen.

Hal tersebut menjadi catatan bagi pemerintah untuk penyiapan fasilitas yang lebih matang ketika terjadi lonjakan penumpang angleb di tahun depan. “Survei ini juga dapat meminimalisir keluhan dari masyarakat di tahun depan,” ungkapnya.(wld/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Jumat, 3 April 2026
26o
Kurs