Sabtu, 4 April 2026

PSSI Pastikan Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia Sah Secara Hukum

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Tim nasional Indonesia berhadapan dengan Bulgaria dalam final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Senin (30/3/2026) malam. Foto: Team Bulgaria

PSSI memastikan seluruh proses naturalisasi pemain keturunan yang memperkuat Tim Nasional Indonesia telah berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Penegasan ini muncul di tengah isu yang berkembang terkait status sejumlah pemain diaspora yang berkarier di Eredivisie.

Sumardji Ketua Badan Tim Nasional (BTN) menegaskan bahwa para pemain yang kini memperkuat Timnas Indonesia telah sah berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan tidak memiliki persoalan hukum.

“Seluruh pemain keturunan yang telah membela Tim Nasional Indonesia, termasuk Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On, telah sah menjadi WNI dan dipastikan tidak ada masalah hukum di Indonesia,” ujar Sumardji dalam keterangan resminya, Jumat (3/4/2026).

Ia menambahkan, keputusan para pemain diaspora untuk memilih kewarganegaraan Indonesia merupakan bentuk komitmen dan kecintaan terhadap tanah air, meskipun sebagian besar dari mereka lahir dan besar di luar negeri.

“Banyak dari mereka yang lahir, besar, dan hidup di luar Indonesia. Ketika memutuskan menjadi WNI, itu adalah bukti kecintaan dan pengabdian terhadap Indonesia,” lanjutnya.

Menurut Sumardji, keputusan tersebut juga diiringi konsekuensi yang tidak ringan. Para pemain harus melepas berbagai kemudahan sebagai warga negara asing, termasuk terkait izin tinggal dan kerja di negara tempat mereka berkarier.

“Dengan menjadi WNI, mereka harus mengikuti aturan baru, termasuk kebutuhan visa untuk tinggal dan bekerja di negara seperti Belanda. Ini adalah bentuk nyata pengorbanan mereka,” jelasnya.

PSSI juga mengapresiasi performa para pemain Timnas Indonesia yang berkiprah di kompetisi Eropa. Salah satu contohnya adalah Maarten Paes yang disebut tampil konsisten di klub besar seperti Ajax Amsterdam.

“Ini menunjukkan bahwa pemain Timnas Indonesia mampu bersaing di level tertinggi dan tetap dipercaya di klub-klub top Eropa,” kata Sumardji.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa isu yang berkembang terkait pemain di Eredivisie lebih bersifat administratif dan berkaitan dengan regulasi di Belanda, bukan status kewarganegaraan mereka di Indonesia.

“Permasalahan yang terjadi di klub-klub Eredivisie merupakan persoalan teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum di Belanda, dan tidak mempengaruhi status mereka sebagai pemain Timnas Indonesia,” tegasnya. (saf/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Sabtu, 4 April 2026
29o
Kurs