Senin, 6 April 2026

Indonesia Bawa Pulang Tiga Medali Emas dalam Seri Para Panahan Dunia 2026 di Tailan

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Kholidin atlet para-panahan Indonesia. Foto: Instagram @kholidin3403

Tim para panahan Indonesia kembali mengharumkan nama Tanah Air dengan meraup tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu dalam kompetisi World Archery Para Series–Bangkok 2026 di Bangkok pada 30 Maret hingga 4 April 2026.

Tiga medali emas Indonesia masing-masing dipersembahkan oleh Kholidin dari nomor recurve putra, pasangan Noviera Ross/Riyanti Ananda dari nomor recurve beregu putri, serta pasangan Riyanti Ananda/Kholidin dari nomor recurve beregu campuran.

Melansir dari Antara, Kholidin tampil dominan sejak babak awal. Unggulan keenam tersebut membuka langkah dengan menaklukkan wakil Tailan Thotsaphon Prasoet 6-0, sebelum melanjutkan tren positif dengan mengalahkan pemanah Korea Selatan Jihoon Lee 6-2 di babak kedua.

Performa konsisten Kholidin berlanjut di perempat final saat ia menyingkirkan atlet tuan rumah Hanreuchai Netsiri melalui laga ketat yang berakhir 6-5. Ia kemudian memastikan tiket final setelah mengalahkan sesama wakil Indonesia, Setiawan, dengan skor telak 6-0.

Pada partai puncak, Kholidin memastikan medali emas setelah mengalahkan wakil India Singh Harvinder dengan skor 7-3.

Sementara itu, Setiawan tetap menyumbang medali bagi Indonesia setelah mengamankan perunggu nomor recurve putra setelah mengalahkan atlet Korea Selatan Geonhwi Kwak dengan skor 6-2.

Kesuksesan Kholidin juga berlanjut di nomor beregu campuran recurve bersama Riyanti Ananda. Setelah mendapat bye di perempat final, pasangan Indonesia itu mengalahkan wakil India Bhawna/Vijay Sundi 5-3 di semifinal, sebelum memastikan emas dengan kemenangan 6-2 atas pasangan Tailan Phattharaphon Pattawaeo/Hanreuchai Netsiri di final.

Medali emas lainnya datang dari nomor recurve beregu putri melalui duet Noviera Ross/Riyanti Ananda. Mereka terlebih dahulu mengalahkan pasangan Jepang Haruno Miki/Asako Onodera 6-2 di semifinal, lalu menundukkan pasangan Tailan Phattharaphon Pattawaeo/Nampet Phullphol 5-3 pada laga final.

Riyanti Ananda juga menambah koleksi medali Indonesia dengan meraih perunggu di nomor recurve putri setelah melalui persaingan ketat sepanjang turnamen. Dia memastikan peringkat ketiga setelah mengalahkan Ziva Lavrinc asal Slovenia dengan skor 6-5.

Dari nomor compound, Indonesia memperoleh medali perak melalui pasangan Teodora Audi Ayudia Ferelly/Arif Firmansyah di nomor beregu campuran. Pada laga final, mereka harus mengakui keunggulan pasangan India Sheetal Devi/Toman Kumar dengan skor 146-153.

Berdasarkan klasemen medali yang dirilis World Archery, Indonesia menempati peringkat kedua dengan total tiga emas, satu perak, dan dua perunggu. India memuncaki klasemen dengan tujuh emas, tiga perak, dan tiga perunggu, sementara Korea Selatan berada di posisi ketiga dengan dua emas dan dua perunggu.(ant/ily/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 6 April 2026
28o
Kurs