Andi Amran Sulaiman Mneteri Pertanian (Mentan) menyatakan komitmennya untuk mendukung inovasi pakan ayam probiotik yang dikembangkan oleh Institut Pertanian Bogor. Ia bahkan siap mengajukan hasil inovasi tersebut kepada Prabowo Subianto Presiden apabila target yang ditetapkan berhasil dicapai.
“Kalau bisa capai target, saya siap bawa ke Presiden, kita beli. Jangan ragu. Ini peluang besar,” kata Mentan di Jakarta, Sabtu (11/4/2026) yang dilansir Antara.
Ia menegaskan bahwa riset harus diarahkan pada solusi yang aplikatif dan mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung.
Saat berkunjung ke Science Techno Park IPB di Bogor, Amran juga menyoroti potensi signifikan dalam pengembangan ayam unggul berbasis riset, termasuk untuk mempercepat pertumbuhan ayam kampung.
“Kalau ayam kampung bisa dipercepat, misalnya 30–40 hari sudah satu kilogram, itu luar biasa. Ini yang harus kita kejar,” ujarnya.
Mentan juga menyatakan kesiapan pemerintah untuk mendukung hilirisasi inovasi, termasuk menyerap hasil riset dalam skala besar jika terbukti berhasil di lapangan.
Menurutnya, dengan begitu para peneliti bisa mendapat kepastian bahwa setiap inovasi tidak berhenti di laboratorium, melainkan benar-benar hadir sebagai solusi bagi peternak dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ivan Taufik Nugraha peneliti IPB University menjelaskan pakan itu dirancang tidak hanya agar lebih efisien, tetapi juga mampu meningkatkan kesehatan ayam, mempercepat pertumbuhan, hingga mendongkrak produksi telur.
Selain itu, inovasi pakan yang dikembangkannya tidak hanya efisien dari sisi konsumsi, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan dan produktivitas ayam.
“Pakannya enggak terlalu banyak, satu bisa meningkatkan kesehatan pencernaannya. Lalu yang kedua bisa meningkatkan bobot badan dengan cepat, dan bisa menambah massa dari telur ayam. Biasanya bobot telur bisa nambah 20 sampai 30 persen,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam budidaya ayam adalah serangan penyakit koksidiosis yang kerap menyebabkan diare parah hingga kematian massal dalam satu kandang. Untuk itu, riset yang dikembangkan kini diarahkan pada formulasi pakan berbasis antikoksi.
“Kalau per hari ini kita mengarahnya ke antikoksi, jadi untuk mencegah ayam sakit. Koksidiosis itu menyebabkan diare parah dan bisa menyebabkan kematian cukup tinggi, serta menyebar dalam satu kandang. Dengan adanya antikoksi ini, kesehatan ayam bisa meningkat,” jelas Ivan.
Lebih jauh, inovasi juga menyasar peningkatan performa ayam kampung yang selama ini dikenal memiliki pertumbuhan lebih lambat dibanding ayam ras. Dengan pendekatan nutrisi yang tepat, Ivan optimistis ayam kampung dapat dipacu pertumbuhannya secara signifikan.
“Harapannya ayam kampung bisa meningkatkan bobot badannya lebih cepat. Jadi seperti yang Pak Menteri bilang, dalam 40 harian bisa mencapai satu kilogram,” tambahnya.
Ivan juga menyoroti pentingnya optimalisasi sistem pencernaan ayam sebagai kunci utama peningkatan produktivitas. Menurutnya selama ini banyak nutrisi yang tidak terserap optimal, yang ditandai dengan bau menyengat pada kandang.
“Sebetulnya yang kita lihat, ketika kandang bau, artinya proteinnya tidak terserap dengan optimal. Nah, dengan adanya tambahan probiotik dalam produk kami, nutrisi bisa diserap lebih banyak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, probiotik bekerja hingga ke tingkat vili usus, meningkatkan penyerapan nutrisi secara maksimal dan berdampak langsung pada efisiensi pakan serta kualitas lingkungan kandang.
“Masuk ke vili-vili usus, kemudian diserap. Saat keluar, aromanya berkurang karena proteinnya terserap secara maksimal,” kata Ivan.(ant/ily/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
