Foto Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) yang seakan membandingkan dirinya dengan Yesus Kristus, menuai kecaman dari kalangan Gereja Katolik.
William Shomali Vikaris Jenderal Patriarkat Latin Yerusalem menilai tindakan tersebut sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima dan bertentangan dengan nilai-nilai dasar Kekristenan.
“Jika kita menganggap Yesus Kristus sebagai teladan, maka kita harus meneladani-Nya melalui kerendahan hati, semangat pelayanan, dan pengorbanan diri—bukan melalui keinginan untuk mendominasi dan berkuasa,” ujar Shomali dilansir dari Anadolu pada Senin (13/4/2026).
Menurut Shomali, persoalan utama bukan pada upaya meniru sosok Yesus, melainkan pada cara Trump menampilkan diri seolah sebagai figur luar biasa atau “manusia super”.
“Ini tidak dapat diterima dan harus ditolak,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kebijakan dan sikap Trump dalam konflik terbaru dengan Iran yang dinilai bertentangan dengan ajaran kasih dalam Kekristenan.
“Sayangnya, ia merusak prinsip mendasar iman Kristen, yaitu mengasihi sesama seperti diri sendiri,” tambah Shomali.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Vatikan bersama sejumlah pemimpin Gereja Katolik, termasuk Paus, menyatakan penolakan terhadap perang tersebut.
Ketegangan semakin memanas setelah Trump melontarkan kritik keras terhadap Paus Leo XIV. Dalam pernyataannya, Trump menyebut Paus sebagai sosok yang “lemah dalam menghadapi kejahatan” serta dalam kebijakan luar negeri.
Selain itu, Trump juga memicu kontroversi dengan mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) di platform Truth Social yang menampilkan dirinya menyerupai Yesus. (saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
