Rabu, 15 April 2026

Indonesia-AS Sepakat Memperkuat Kerja Sama Bidang Pertahanan, Laksanakan 3 Pilar Utama

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Mayjen TNI Agus Widodo Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemenhan Republik Indonesia (kanan) dan Kelly K McKeague Direktur DPAA (kiri) menandatangani MoU Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA) di hadapan Sjafrie Sjamsoeddin Menhan RI dan Pete Hegseth Menhan AS di Pentagon, Washington. D.C, Amerika Serikat, Senin (13/4/2026). Foto: Humas Kemhan RI

Sjafrie Sjamsoeddin Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Senin (13/4/2026) waktu Amerika Serikat (AS), melakukan pertemuan dengan Pete Hegseth Menteri Pertahanan Amerika Serikat, di Pentagon, Markas Besar Departemen Pertahanan AS.

Hasil dari pertemuan itu adalah kesepakatan Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (Major Defense Cooperation Partnership/MDCP) antara Amerika Serikat dan Indonesia.

Kemitraan tersebut akan menjadi kerangka untuk meningkatkan kerja sama pertahanan bilateral antara Amerika Serikat dan Indonesia, dalam menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

“Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin hari ini di Pentagon, di mana kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan hubungan pertahanan bilateral Amerika Serikat–Indonesia menjadi Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama,” ujar Sean Parnell Juru Bicara Pentagon dalam keterangan resminya, Selasa (14/4/2026).

Dia menjelaskan, MDCP punya tiga pilar utama yang dilaksanakan berdasarkan prinsip saling menghormati dan kedaulatan nasional.

Pilar pertama yaitu modernisasi militer dan pembangunan kapasitas. Lalu yang kedua, pelatihan dan pendidikan militer profesional. Berikutnya yang ketiga adalah latihan serta kerja sama operasional.

Menurutnya, Sjafrie dan Hegseth berkomitmen memperluas cakupan dan kompleksitas latihan bilateral/ multilateral, seperti Super Garuda Shield, untuk memperkuat kapabilitas kolektif serta menjaga perdamaian.

“Kerja sama itu mencerminkan pengembangan berkelanjutan hubungan pertahanan bilateral AS-Indonesia yang sudah terjalin selama beberapa dekade,” katanya.

Kedua negara saling mengakui sebagai mitra penting dan menegaskan kembali komitmen untuk bekerja sama berdasarkan saling menghormati, kedaulatan, serta kepentingan bersama dalam menjaga perdamaian juga stabilitas kawasan.

Sekadar informasi, hubungan diplomatik formal AS dan Indonesia sudah terjalin sekitar 77 tahun lamanya, terhitung mulai 1949, sesudah Indonesia meraih kemerdekaan dari Belanda.(rid/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Rabu, 15 April 2026
29o
Kurs