Snap, perusahaan induk dari aplikasi Snapchat bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1000 tenaga kerjanya untuk menekan biaya operasional. Jumlah tersebut setara dengan 16 persen tenaga kerja full-time mereka di seluruh dunia.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Evan Spiegel CEO sekaligus pendiri Snap melalui memo internal kepada para staf. Ia menyebutkan bahwa kemajuan dalam kecerdasan artifisial (AI) sebagai alasan pemutusan hubungan kerja tersebut.
“Meskipun perubahan ini diperlukan untuk mewujudkan potensi jangka panjang Snap, kami percaya bahwa kemajuan pesat dalam kecerdasan artifisial memungkinkan tim kami untuk mengurangi pekerjaan berulang, meningkatkan kecepatan, dan lebih baik mendukung komunitas, mitra, dan pengiklan kami,” demikian isi memo yang diumumkan pada, Rabu (15/4/2026) waktu setempat itu.
Melansir Antara, lebih lanjut pernyataan itu berbunyi, “Kami telah menyaksikan tim kecil memanfaatkan alat AI untuk mendorong kemajuan yang berarti di beberapa inisiatif penting, termasuk Snapchat+, peningkatan kinerja platform iklan, dan peningkatan efisiensi dalam infrastruktur Snap Lite kami.”
Selain PHK, Spiegel juga menuliskan bahwa perusahaan tersebut menutup lebih dari 300 posisi yang lowong. Hingga Desember 2025, Snap diketahui memiliki sekitar 5.261 karyawan.
Snap mengatakan bahwa PHK karyawan ini memungkinkan mereka untuk mengurangi basis biaya tahunan lebih dari 500 juta dolar AS pada paruh kedua 2026, yang membantu perusahaan “menetapkan jalur yang lebih jelas menuju profitabilitas laba bersih.”
“Snap menghadapi momen krusial — terjepit di antara raksasa dengan sumber daya yang sangat besar dan perusahaan rintisan yang gesit dan bergerak cepat,” tulis Snap dalam presentasi kepada investor.
“Untuk menghadapi momen ini, kami beralih fokus menuju pertumbuhan yang menguntungkan.”
Karyawan yang berbasis di AS akan menerima pesangon selama empat bulan, jaminan kesehatan, hak kepemilikan saham, dan dukungan transisi.
Perusahaan ini bergabung dengan daftar perusahaan teknologi yang semakin panjang yang telah mengalami pengurangan karyawan signifikan tahun ini, termasuk Meta, Oracle, dan Amazon.(ant/ily/bil/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
