Sabtu, 18 April 2026

Sejumlah Kapal Uji Coba Keluar Selat Hormuz di Tengah Kekhawatiran Ancaman Ranjau Laut

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kapal tanker melintas di Selat Hormuz. Foto: Sputnik

Sejumlah kapal dikabarkan mulai melakukan uji coba pelayaran di Strait of Hormuz setelah Iran mengumumkan pembukaan jalur tersebut selama masa gencatan senjata 10 hari di Lebanon. Namun, kekhawatiran terkait keamanan, terutama ancaman ranjau laut, masih membayangi pelaku industri pelayaran global.

Melansir Reuters, berdasarkan data pelacakan kapal pada, Jumat (17/4/2026) malam, sekitar 20 kapal sempat bergerak menuju Selat Hormuz untuk keluar dari Teluk. Langkah ini menjadi percobaan terbesar sejak Iran sebelumnya menutup akses selat sebagai respons atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu.

Namun, upaya itu tidak berhasil setelah sebagian kapal menghentikan pelayaran dan berbalik arah. Tidak diketahui secara pasti alasan kapal-kapal tersebut menghentikan perjalanan. Di antara rombongan itu terdapat tiga kapal kontainer milik perusahaan pelayaran asal Prancis, CMA CGM, yang enggan memberikan komentar.

Hingga pukul 21.00 GMT, sebagian besar kapal telah berbalik arah. Meski demikian, data menunjukkan kapal-kapal lain, terutama tanker, masih bergerak menuju selat tersebut.

Iran sebelumnya menyatakan jalur perdagangan utama itu dibuka untuk seluruh kapal komersial selama masa gencatan senjata. Kebijakan ini sempat mendorong penurunan harga minyak dan komoditas lain serta mengangkat pasar saham global.

Namun, perusahaan pelayaran masih memerlukan kejelasan lebih lanjut sebelum kembali beroperasi normal, khususnya terkait risiko keamanan seperti keberadaan ranjau laut.

Seorang pejabat Iran menyebut seluruh kapal komersial, termasuk yang berbendera AS, diperbolehkan melintas. Namun, pelayaran harus dikoordinasikan dengan Garda Revolusi Iran, serta dibatasi pada jalur yang dianggap aman. Kapal militer tetap dilarang melintas.

Arsenio Dominguez, Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO) mengatakan pihaknya masih memverifikasi pengumuman pembukaan Selat Hormuz, terutama terkait kepatuhan terhadap prinsip kebebasan navigasi dan keamanan pelayaran.

“Kami saat ini sedang memverifikasi pengumuman terbaru terkait pembukaan Selat Hormuz, khususnya terkait kepatuhan terhadap kebebasan navigasi bagi semua kapal niaga dan jaminan keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Ketidakpastian juga disampaikan Asosiasi Pemilik Kapal Norwegia. Mereka menilai sejumlah isu krusial masih belum jelas, mulai dari ancaman ranjau, syarat dari Iran, hingga implementasi aturan di lapangan.

“Jika ini merupakan langkah menuju pembukaan, tentu ini perkembangan yang positif,” kata Knut Arild Hareide, CEO asosiasi tersebut.

Sementara itu, asosiasi pelayaran internasional BIMCO mengingatkan anggotanya agar tidak terburu-buru kembali melintasi jalur tersebut. Peringatan serupa juga disampaikan Angkatan Laut AS yang menyoroti potensi bahaya ranjau laut.

Perusahaan pelayaran Jerman, Hapag-Lloyd, menyatakan tengah menyiapkan kembali operasional pelayaran secepat mungkin, meski masih ada sejumlah pertanyaan yang belum terjawab. Sementara itu, perusahaan Denmark, Maersk, mengaku terus memantau situasi.

Analis logistik dari Kpler, Matt Wright, menilai masih belum jelas jalur pelayaran mana yang dapat digunakan kapal untuk keluar dari Teluk.

Ia menambahkan, rute terbaru yang ditetapkan Iran melalui perairan teritorial di dekat Pulau Larak berpotensi menimbulkan tantangan navigasi, termasuk terkait kepatuhan aturan dan aspek asuransi. (mun/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Sabtu, 18 April 2026
34o
Kurs